Kalah dari Pemain Ranking 98, Anthony Ginting Tersingkir di Polytron Pontianak

- Anthony Sinisuka Ginting tersingkir pada kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah kalah dua gim 15-21, 17-21 dari Cheng Ju-Sheng, pemain Chinese Taipei peringkat 98 dunia.
- Ginting beberapa kali tertinggal jauh, termasuk 1-7 pada kedua gim. Meski sempat menyamakan skor 13-13 di gim kedua, Cheng kembali menjauh dan mengamankan kemenangan.
- Ginting mengakui banyak kesalahan sendiri, ritme serta strategi yang tidak konsisten. Ia juga merasakan kabut asap di lapangan dan gagal melaju ke babak utama turnamen Super 100 tersebut.
Pontianak, IDN Times - Kejutan terjadi pada babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus tersingkir setelah dikalahkan wakil Chinese Taipei, Cheng Ju-Sheng. Bermain di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Ginting yang menempati peringkat 47 dunia tak mampu mengatasi permainan Cheng yang berada di peringkat 98 dunia.
Ginting menyerah dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 17-21. Sejak awal pertandingan, Cheng langsung mengambil kendali. Ginting tertinggal 1-7 sebelum perlahan memangkas jarak menjadi 5-9.
1. Cheng lakukan pertahanan

Pertandingan final di Internasional Challenge 2026. (IDN Times/Teri). Namun, Cheng mampu mempertahankan keunggulan hingga akhirnya menutup gim pertama 21-15. Memasuki gim kedua, Ginting kembali berada dalam tekanan. Ia tertinggal 1-7 dan kemudian 7-11.
Ginting sempat menunjukkan perlawanan. Permainannya membaik dan ia berhasil mengejar hingga menyamakan kedudukan 13-13. Namun, momentum tersebut tak bertahan lama.
Cheng kembali menjauh 14-19. Ginting tak mampu mengejar dan akhirnya harus menyerahkan gim kedua dengan skor 17-21.
2. Strategi Ginting berjalan tak sesuai rencana

Supporter meriahkan pertandingan. (IDN Times/Teri). Usai pertandingan, Ginting mengakui Cheng mampu tampil baik. Ia juga menilai banyak kesalahan sendiri membuat permainannya tidak berkembang sesuai rencana.
“Di hari pertama musuh memainkan cukup baik. Sebaliknya saya banyak melakukan kesalahan sendiri, kurang bisa menemukan ritme dan strategi yang tepat,” ujar Ginting, Kamis (3/9/2026).
Padahal, Ginting mengaku sudah memiliki gambaran mengenai strategi yang akan digunakan sebelum pertandingan. Namun, strategi tersebut tidak berjalan konsisten ketika pertandingan dimulai.
“Semalam ada gambaran hari ini mau main apa. Cuma tadi begitu di lapangan dari awal sampai akhir, sempat ketemu caranya, cuma hilang lagi,” katanya.
3. Ginting soroti kabut asap

Laga International Challenge 2026. (IDN Times/Teri). Selain persoalan permainan, Ginting juga merasakan kondisi kabut asap yang menyelimuti Pontianak selama pertandingan.
“Nggak ada sih, paling cuma itu doang asap ya, cukup berasa juga hari ini di lapangan,” ungkapnya.
Turnamen di Pontianak ini sekaligus menjadi penampilan pertama Ginting pada level Super 100. Ia menyebut sejumlah pemain lain sudah lebih dulu beradaptasi dengan kondisi pertandingan di Pontianak melalui Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang digelar sepekan sebelumnya.
“Saya baru main di Super 100 ini, kalau yang lain sudah banyak di Challenge kemarin. Jadi memang sisanya tidak ada, semua aman kayak biasanya,” jelasnya.
Kekalahan tersebut membuat Ginting gagal melanjutkan langkah ke babak utama Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Sementara itu, Cheng Ju-Sheng berhak melaju ke fase berikutnya setelah menciptakan kejutan dengan menyingkirkan pemain Indonesia yang secara peringkat berada 51 tingkat di atasnya.
Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 berlangsung hingga 6 September 2026. Turnamen BWF World Tour Super 100 ini diikuti para pebulutangkis dari berbagai negara untuk memperebutkan gelar juara, hadiah serta tambahan poin ranking dunia.



















