Batik Berau yang Kualitasnya akan Mendunia

Kemampuan pengrajin batik terus berkembang

Tanjung Redeb, IDN Times - Industri kain batik di Berau Kalimantan Timur (Kaltim) terus berkembang kualitasnya. Terungkap saat  rombongan Dekranasda Kaltim mengunjungi 2 pengrajin batik di Berau pemenang  Dekranasda Award  2021.

Ketua Dekranasda Kaltim Norbaiti meninjau lokasi pertama, yakni Batik Syh by Mochamad Shodik, penyabet 2 penghargaan Dekranasda Award tahun 2021. Di mana, Shodik sapaan khasnya memenangkan juara satu dan juara harapan satu untuk kategori motif batik.

1. Belajar dari kegagalan

Kesuksesan Shodik tidak luput dari perjuangan panjang, karena pada mulanya sering gagal ketika memberikan teknik dan warna dalam kain.

Norbaiti menjelaskan belajar dari kegagalan itu lah yang membawa kesuksesan seseorang.

"Karena kita akan tau kesalahan di mana. Dan selalu berusaha memperbaikinya," kata istri Gubernur Kaltim Isran Noor ini.

Baca Juga: Kaltim Terbaik Nasional Peduli Perlindungan Konsumen

2. Juara batik 2 dan 3

Batik Berau yang Kualitasnya akan Mendunia

Lanjut ke lokasi kedua, Batik Ulin Berau, By Yuli Eka Sari, pemenang juara 2 dan juara 3 Cerita Wastra Kaltim Tahun 2021 Kompetisi Foto dan Narasi Secara Daring Menggunakan Kain atau Wastra Kalimantan Timur.

Yuli menjelaskan dirinya ingin membuat orang lain mudah dan senang dalam membatik. Baginya, jika tidak bisa membatik menggunakan canteng, bisa menggunakan cap.

3. Rombongan mencoba teknik batik

Batik Berau yang Kualitasnya akan Mendunia

Pada kesempatan ini, Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur mencoba sendiri teknik Shibori. 

"Kalau memakai cap sulit, maka bisa dengan cara langsung shibori, yaitu melipat kain sesuai motif yang akan diinginkan dan di celup dengan warna yang diinginkan pula," jelas owner Batik Ulin Berau ini.

Baca Juga: TNI AU Serbu Vaksinasi agar Herd Immunity Tercapai di Berau

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya