Klepon hingga Cenil, 5 Jajanan Jadul yang Kini Jadi Favorit Gen Z

- Media sosial mendorong jajanan pasar tradisional kembali populer di kalangan Milenial dan Gen Z melalui tampilan lebih menarik, inovasi rasa, serta konten kuliner.
- Klepon, lupis, kue putu, es dung-dung, dan cenil kembali diburu karena cita rasa khas, unsur nostalgia, serta tekstur dan penyajian yang beragam.
- Penjual hingga kafe menghadirkan sentuhan modern, seperti topping baru, bentuk kreatif, dan layanan pesan-antar, sehingga jajanan tradisional makin mudah dijumpai.
Tren kuliner terus berkembang dan media sosial punya peran besar dalam membuat sebuah makanan mendadak viral. Menariknya, bukan hanya makanan kekinian yang mencuri perhatian. Berbagai jajanan pasar tradisional juga kembali populer, terutama di kalangan generasi muda.
Dengan tampilan yang semakin menarik dan berbagai inovasi rasa, jajanan yang dulu identik dengan pasar tradisional kini berhasil tampil lebih modern. Tak heran, camilan seperti klepon hingga cenil kembali banyak diburu dan menjadi konten menarik di media sosial.
Berikut lima jajanan pasar yang kembali hits dan layak dicoba.
1. Klepon, dengan kejutan gula merah di dalamnya

Klepon, jajanan pasar legendaris dengan baluran kelapa parut yang menyimpan filosofi kesederhanaan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Klepon menjadi salah satu jajanan tradisional yang seolah tak pernah kehilangan penggemar. Bentuknya yang bulat dengan warna hijau dari daun pandan atau daun suji membuat camilan ini mudah dikenali.
Teksturnya kenyal dengan isian gula merah yang lumer ketika digigit. Perpaduan rasa manis dari gula merah dan gurihnya kelapa parut membuat klepon memiliki cita rasa khas yang sulit ditolak.
Kini, klepon juga hadir dengan berbagai inovasi. Ada klepon warna-warni hingga kreasi klepon dalam bentuk kue modern. Tampilannya yang unik membuat jajanan ini semakin menarik untuk diabadikan dan dibagikan di media sosial.
2. Lupis, camilan tradisional yang bikin ketagihan

ilustrasi lupis ketan tape singkong (vecteezy.com/dina marlina) Terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun pisang dan dikukus, lupis menjadi salah satu jajanan pasar yang identik dengan cita rasa tradisional.
Potongan lupis biasanya disajikan bersama kelapa parut dan siraman gula merah kental. Kombinasi tekstur ketan yang pulen, kelapa yang gurih, serta gula merah yang manis membuat lupis cocok disantap sebagai camilan maupun teman minum teh.
Seiring berkembangnya tren kuliner, lupis juga mulai mendapat sentuhan modern. Beberapa penjual menawarkan tambahan topping seperti keju, cokelat, hingga buah segar.
Tak hanya di pasar tradisional, lupis kini mulai mudah ditemukan di kedai dan kafe dengan konsep kekinian.
3. Kue putu, aroma pandan dan gula merah

ilustrasi kue putu (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro) Bagi sebagian orang, suara khas pedagang kue putu dari kejauhan bisa langsung membangkitkan kenangan masa kecil.
Kue berwarna hijau ini dibuat dari tepung beras dengan isian gula merah yang meleleh saat dikukus. Setelah matang, kue putu biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut yang menambah rasa gurih.
Kini, kue putu kembali mencuri perhatian generasi muda. Selain mudah ditemukan melalui layanan pesan-antar, proses pembuatan kue putu yang unik juga kerap menjadi konten menarik di media sosial.
4. Es dung-dung

ilustrasi es dung-dung (pexels.com/Julia Filirovska) Es dung-dung merupakan es krim tradisional yang identik dengan gerobak penjual keliling dan suara khasnya. Es ini menawarkan sensasi nostalgia sekaligus rasa yang menyegarkan.
Varian rasanya pun beragam, mulai dari kelapa, kacang hijau hingga cokelat. Teksturnya yang lembut membuat es dung-dung tetap digemari meski tren dessert terus bermunculan.
Menariknya, sejumlah tempat makan dan kafe mulai menghadirkan es dung-dung dalam konsep yang lebih modern. Alhasil, jajanan nostalgia ini kembali dikenal oleh generasi muda.
5. Cenil, jajanan warna-warni yang menggoda

ilustrasi kue cenil merah putih (pixabay.com/tifanitopan) Cenil punya daya tarik tersendiri berkat bentuknya yang kecil, teksturnya kenyal, serta warna-warni yang cerah.
Jajanan yang umumnya dibuat dari tepung tapioka atau singkong ini disajikan dengan kelapa parut dan siraman gula merah cair. Rasanya manis dan gurih, sementara tampilannya membuat cenil terlihat menarik saat difoto.
Tak heran jika cenil semakin sering muncul di berbagai konten kuliner di Instagram maupun TikTok. Jajanan ini pun kini tidak hanya ditemukan di pasar tradisional, tetapi juga mulai hadir di berbagai tempat kuliner dengan konsep modern.
Kehadiran media sosial membuat jajanan pasar mendapatkan kesempatan untuk kembali dikenal generasi muda. Dengan inovasi tampilan, rasa, dan cara penyajian, makanan tradisional kini mampu bersaing dengan berbagai camilan modern.
Klepon, lupis, kue putu, es dung-dung, dan cenil membuktikan bahwa makanan tradisional tidak selalu identik dengan kuno. Justru, dengan sedikit kreativitas, jajanan warisan Nusantara bisa kembali menjadi tren dan mencuri perhatian di era digital.





















