Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sulit Peka pada Perasaan Orang Lain? Ini Cara Melatih Empati

ilustrasi berempati
ilustrasi berempati (pexels.com/Liza Summer)

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan yang berbeda dalam memahami perasaan orang lain. Ada yang secara alami mudah berempati, namun ada pula yang kesulitan merasakan apa yang dialami orang di sekitarnya. Kondisi ini kerap menjadi hambatan dalam membangun hubungan sosial yang kuat dan bermakna. Padahal, sebagai makhluk sosial, kemampuan memahami perasaan orang lain merupakan fondasi penting dalam menjalin relasi yang sehat.

Bagi sebagian orang, kesulitan berempati bahkan bisa membuat mereka dicap egois atau kurang peduli. Namun, empati bukanlah kemampuan bawaan semata, melainkan keterampilan yang dapat dilatih. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meningkatkan empati dan membangun hubungan sosial yang lebih baik.

1. Menghargai orang lain yang gak sependapat denganmu

ilustrasi menghargai
ilustrasi menghargai (pexels.com/Ivan Samkov)

Pertama, belajarlah menghargai perbedaan pandangan. Setiap individu berhak menjalani hidup sesuai dengan perspektifnya masing-masing. Ketika terjadi perbedaan pendapat, penting untuk menyadari bahwa perbedaan adalah hal yang wajar. Selama tidak melanggar batas privasi atau merugikan orang lain, menghargai pandangan yang berbeda justru dapat memperdalam pemahaman dan mempererat hubungan. Daripada terlibat dalam perdebatan yang berpotensi memanas, sikap saling menghargai akan jauh lebih bermanfaat.

2. Jangan pernah meremehkan perasaan orang lain

ilustrasi sikap merendahkan orang lain.
ilustrasi sikap merendahkan orang lain (pexels.com/Budgeron Bach)

Kedua, pahami bahwa perasaan setiap orang tidaklah sama. Latar belakang pengalaman hidup, lingkungan, dan kondisi emosional sangat memengaruhi cara seseorang merasakan sesuatu. Oleh karena itu, hindari sikap meremehkan perasaan orang lain. Saat teman sedang bersedih, mendengarkan dengan tulus dan memberi dukungan jauh lebih bijak daripada membantah atau menghakimi. Begitu pula ketika seseorang meraih kebahagiaan atau keberhasilan, ikutlah bersukacita tanpa merendahkan pencapaiannya.

3. Menyadari setiap pribadi itu unik

ilustrasi percakapan.
ilustrasi percakapan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Ketiga, hargai keunikan dan kelebihan orang lain. Setiap orang memiliki daya tarik dan keistimewaannya masing-masing. Dengan mengakui dan mengapresiasi kelebihan tersebut, hubungan sosial akan terasa lebih hangat dan setara. Sebaliknya, rasa iri dan keinginan untuk selalu merasa unggul justru menjadi penghalang dalam membangun kedekatan emosional.

4. Bersikap terbuka secara bijaksana kepada siapa saja

ilustrasi bersikap terbuka
ilustrasi bersikap terbuka (pexels.com/Helena Lopes)

Keempat, bersikaplah terbuka secara bijaksana. Keterbukaan memungkinkan orang lain merasa nyaman untuk terhubung dan berbagi cerita. Berbagi pengalaman hidup, tentu dengan tetap menjaga batasan yang sehat, dapat memperkuat kedekatan dan rasa saling percaya. Saat seseorang mengalami kesedihan, empati dan dukungan pun akan terbangun secara alami jika hubungan didasari keterbukaan.

5. Menerima kehadiran orang lain dengan senang hati

ilustrasi orang saling menyapa
ilustrasi orang saling menyapa (pexels.com/William Fortunato)

Kelima, singkirkan prasangka negatif dan kembangkan sudut pandang yang positif. Sambut kehadiran orang lain dengan sikap ramah dan penerimaan. Lingkungan yang aman dan suportif akan membuat seseorang lebih mudah mengekspresikan perasaan dan pengalamannya. Sering kali, perasaan seseorang dapat terbaca dari cara mereka mulai bercerita, sehingga sikap penerimaan menjadi kunci utama dalam membangun empati.

Terhubung dengan orang lain membawa banyak manfaat positif. Empati yang terasah akan memudahkan seseorang membangun hubungan yang akrab, mengurangi kesalahpahaman dalam komunikasi, serta menciptakan lingkungan sosial yang sehat. Saat teman sedang berduka, Anda siap mendengarkan. Ketika seseorang meraih prestasi, Anda ikut merayakannya dengan tulus.

Dengan empati yang baik, Anda akan dikenal sebagai pribadi yang hangat dan peduli. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat banyak orang merasa nyaman berada di sekitar Anda. Pada akhirnya, hubungan yang terjalin dengan baik juga akan menghadirkan dukungan dan kebahagiaan saat Anda sendiri menghadapi kesulitan.

Mulailah melatih diri untuk lebih terhubung dengan orang lain. Latih empati dalam interaksi sehari-hari, jauhi prasangka buruk, dan berikan perhatian penuh saat berkomunikasi, termasuk dengan menjaga kontak mata. Langkah-langkah sederhana ini dapat membawa perubahan besar dalam kualitas hubungan sosial Anda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest Life Kalimantan Timur

See More

Jangan Diabaikan, Ini Dampak Buruk Terus-Menerus Merasa Sepi

29 Jan 2026, 04:00 WIBLife