Bandara Sepinggan Targetkan Layani 6 Juta Penumpang pada 2026

Balikpapan, IDN Times - PT Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, menargetkan pelayanan terhadap sedikitnya enam juta penumpang sepanjang 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 5,2 juta penumpang.
General Manager Angkasa Pura Bandara Sepinggan, R Iwan Winaya Mahdar, mengatakan optimisme tersebut didukung oleh peningkatan kualitas layanan, keandalan operasional, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Dengan peningkatan kualitas layanan, keandalan operasional, serta kolaborasi dengan para pihak, kami optimistis target enam juta penumpang pada 2026 dapat tercapai,” ujar Iwan dilaporkan Antara di Balikpapan, Senin (5/1/2026).
1. Posisi Balikpapan sebagai gerbang utama di Kaltim

Menurutnya, target tersebut sejalan dengan posisi strategis Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Timur sekaligus penyangga mobilitas menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bandara Sepinggan diyakini akan tetap menjadi simpul utama pergerakan masyarakat, pekerja, hingga distribusi logistik ke dan dari wilayah IKN.
Tingginya pergerakan penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 turut menguatkan optimisme tersebut. Dalam kurun dua pekan, tercatat sekitar 320 ribu penumpang dilayani Bandara Sepinggan.
“Puncak arus keberangkatan terjadi pada 22 Desember 2025 dengan hampir 19 ribu penumpang, sementara puncak arus balik tercatat pada 4 Januari 2026 dengan sekitar 17 ribu penumpang. Untuk mengantisipasi lonjakan, kami melayani 16 penerbangan tambahan atau extra flight,” jelas Iwan.
2. Keterlambatan penerbangan karena faktor cuaca

Selama periode Nataru, tercatat 18 kejadian keterlambatan penerbangan yang disebabkan oleh faktor cuaca. Namun, seluruhnya dapat ditangani dengan baik tanpa mengganggu aspek keselamatan penerbangan maupun kualitas pelayanan kepada penumpang.
Angkasa Pura juga mengoperasikan Pos Koordinasi Nataru selama 22 hari, terhitung sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Pos tersebut menjadi pusat koordinasi pengamanan dan pelayanan arus penumpang di Bandara Sepinggan.
Iwan menyebutkan, koordinasi lintas instansi berjalan efektif sehingga potensi gangguan operasional dapat dimitigasi. Sejumlah unsur yang terlibat dalam pos koordinasi, antara lain TNI, Polri, Otoritas Bandara, AirNav, Basarnas, serta perwakilan maskapai, turut memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran layanan selama periode angkutan Nataru.
3. Pergerakan jumlah penumpang di Bandara Sepinggan Balikpapan

Sepanjang 2025, Bandara Sepinggan juga mencatat 48.292 pergerakan pesawat. Jumlah penumpang mencapai 5.271.140 orang, sementara volume kargo tercatat sebesar 55.583 ton.
Adapun rute Balikpapan–Jakarta menjadi penerbangan paling diminati selama 2025, disusul rute Balikpapan–Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Tarakan. Aktivitas penumpang cenderung meningkat pada akhir pekan dan libur panjang, menegaskan peran Bandara Sepinggan sebagai simpul mobilitas utama masyarakat Kalimantan Timur.
“Bandara bukan hanya penghubung perjalanan masyarakat, tetapi juga penggerak ekonomi, sektor jasa transportasi, serta mobilitas pekerja dan pelaku usaha. Bandara Sepinggan tetap menjadi pintu gerbang utama pergerakan orang dan barang di Kalimantan Timur,” tutup Iwan.

















