Bidik Korporasi dan Individu, Hotel di Kaltim Ubah Strategi Tahun 2026

Samarinda, IDN Times - Pelaku industri perhotelan di Provinsi Kalimantan Timur mulai mengubah strategi pasar dengan menyasar segmen korporasi dan tamu individu. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas tingkat hunian kamar sekaligus memperkuat prospek bisnis pada 2026, di tengah potensi berkurangnya kegiatan pemerintah.
Ketua Bidang Keanggotaan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kalimantan Timur, Hendri Kurniawan, mengatakan peralihan strategi pasar menjadi langkah yang tidak terelakkan. Menurutnya, manajemen hotel perlu memperluas bidikan konsumen melalui kanal daring, segmen korporasi, hingga tamu perorangan.
“Kami harus segera melakukan peralihan pasar apabila segmen kegiatan pemerintah berkurang, dengan menyasar pelanggan daring, korporasi, maupun tamu individu,” ujar Hendri diberitakan Antara di Samarinda, Selasa (6/1/2026).
Hendri menjelaskan, riset ulang terhadap target konsumen menjadi agenda penting yang harus dilakukan sejak awal tahun. Hasil riset tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap perubahan tren.
1. Target konsumen menjadi agenda penting

Sejumlah langkah pun disiapkan oleh asosiasi, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga renovasi fisik bangunan hotel. Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan pengalaman menginap yang lebih segar dan nyaman bagi para tamu.
Di tingkat operasional, adaptasi juga dilakukan melalui pembenahan fasilitas penunjang, salah satunya perbaikan fasilitas ibadah, termasuk pemisahan area wudhu, guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan.
“Inovasi dan kecepatan adaptasi mutlak diperlukan. Sepanjang 2025, tren positif justru menunjukkan bahwa tamu hotel didominasi warga lokal Samarinda yang memilih staycation,” kata Hendri.
Fenomena tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pengelola hotel untuk menghadirkan paket-paket menginap yang lebih variatif dan menyasar keluarga maupun individu secara lebih spesifik.
2. Momentum liburan Nataru membawa dampak positif

Sementara itu, Adyatama Parekraf Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Hery Soesanto, menyebut momentum libur Natal dan Tahun Baru 2025 turut mendongkrak tingkat hunian hotel. Okupansi di Balikpapan dan Samarinda tercatat mencapai rata-rata 70 persen.
“Kami berharap angka hunian tersebut dapat dijaga agar tetap stabil di kisaran 50 hingga 55 persen pada hari-hari biasa,” ujar Hery.
Ia menambahkan, pembukaan akses jalan tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sempat digratiskan memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas wisatawan ke daerah penyangga. Kemudahan akses transportasi darat dinilai mampu memangkas waktu tempuh dan meningkatkan minat masyarakat untuk singgah ke kota-kota sekitar kawasan inti pemerintahan.
3. Konektivitas membawa dampak positif

Pengamat pariwisata dari Politeknik Negeri Samarinda, I Wayan Sudarmayasa, menilai konektivitas tersebut membawa dampak positif bagi perekonomian daerah penyangga seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.
Ia mendorong pelaku hotel untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dengan memasukkan produk lokal ke dalam rantai pasok bisnis perhotelan.
Selain itu, Wayan menekankan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah dalam menghadirkan kegiatan berskala nasional ke daerah. Menurutnya, langkah tersebut dapat mendorong perputaran uang sekaligus meningkatkan kinerja sektor akomodasi di Kalimantan Timur.

















