Bahan Pokok Naik, Pj Gubernur Kalbar Bagi-Bagi Sembako ke 360 PMKS

Pontianak, IDN Times - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalbar telah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
Acara tersebut dilaksanakan di Pendopo Gubernur Kalbar pada Rabu sore, tanggal 21 Februari 2024. Sebanyak 360 warga PMKS di Pontianak menerima bantuan sembako tersebut.
“Hari ini, kami memberikan paket sembako kepada 360 orang masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, bekerja sama dengan PKK dan berkoordinasi dengan tim kesejahteraan sosial,” ujar Harisson.
1. Bantuan pangan dalam rangka tekan pengendalian inflasi

Beberapa bahan pokok di Kalbar mengalami kenaikan harga, termasuk beras, gula, minyak, cabai, bawang, dan lainnya. Harga-harga ini melonjak di pasaran.
Pemerintah mengambil langkah untuk mengendalikan inflasi dengan memberikan bantuan bahan pangan kepada masyarakat PMKS.
“Kami memberikan instruksi kepada gubernur, bupati, wali kota untuk sering memberikan bantuan sosial, menggelar pangan murah, operasi pasar, dan memberikan bantuan sosial sebagai upaya untuk mempengaruhi harga pasar,” jelas Harisson.
2. Bahan pokok naik karena iklim tak menentu

Harisson juga menjelaskan bahwa kenaikan harga beberapa bahan pokok di pasar disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kondisi iklim yang tidak stabil.
“Konflik di Palestina dan Israel, situasi iklim yang tidak menentu, dan perang di berbagai belahan dunia mempengaruhi harga-harga bahan pokok, begitu juga dengan ketidakpastian iklim di daerah kita,” ungkap Harisson.
“Ibu-ibu di sini pasti merasakannya, kita semua merasakan kenaikan harga bahan pokok seperti beras, telur, daging sapi, tomat, bawang, dan cabai,” tambahnya.
3. Akan bagikan sembako ke daerah lain

Tidak hanya 360 warga PMKS, Harisson mengatakan bahwa bantuan pangan ini juga akan disalurkan ke beberapa daerah lain di Kalbar sebagai upaya untuk menekan angka inflasi.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat menghadapi kenaikan harga beberapa bahan pokok. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi,” katanya.
“Bantuan ini tidak hanya diberikan kepada 360 warga PMKS, tetapi juga akan disalurkan ke tempat-tempat lain,” pungkasnya.



















