Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sungai Sekadau Surut, Batu Tinggi Muncul dan Diserbu Warga untuk Rekreasi

Kota Pontianak
Sungai Sekadau Surut, Batu Tinggi Muncul dan Diserbu Warga untuk Rekreasi
Kemarau, Sungai Sekadau mengering jadi destinasi wisata dadakan. (IDN Times/istimewa).
  • Surutnya debit Sungai Sekadau saat kemarau memunculkan hamparan Batu Tinggi di Desa Mungguk, Sekadau Hilir, yang ramai didatangi warga untuk rekreasi.
  • Pengunjung memanfaatkan kawasan ini untuk bersantai, bermain air, memancing, menjala ikan, dan mengabadikan pemandangan; bebatuan akan kembali tertutup saat musim hujan.
  • Batu Tinggi dinilai berpotensi menjadi wisata musiman, namun pengunjung menyoroti kebutuhan akses, fasilitas, kebersihan, serta pengamanan karena belum ada petugas berjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sekadau, IDN Times - Musim kemarau tak hanya membuat debit Sungai Sekadau menyusut. Di Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, surutnya air justru membuka pesona alam yang selama ini tersembunyi.

Hamparan bebatuan besar di kawasan Batu Tinggi mulai bermunculan di tengah aliran Sungai Sekadau, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar).

Kondisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana alam sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman.

  1. 1. Debit air surut, sungai jadi destinasi wisata bebatuan

    IMG_0131.jpeg
    Warga berwisata di Sungai Sekadau yang surut. (IDN Times/istimewa).

    Puluhan warga tampak memadati kawasan Batu Tinggi. Sebagian pengunjung duduk santai di atas bebatuan yang muncul akibat surutnya debit sungai.

    Anak-anak terlihat bermain air di tepian sungai, sementara sejumlah warga lainnya memilih memancing, menjala ikan, hingga mengabadikan pemandangan dengan kamera telepon genggam.

    Ketika musim hujan tiba, bebatuan tersebut kembali tertutup air. Namun saat kemarau, kawasan yang sebelumnya berada di bawah permukaan sungai berubah menjadi ruang terbuka yang dimanfaatkan warga sebagai tempat rekreasi.

  2. 2. Datang berkunjung karena penasaran

    IMG_0132.jpeg
    Warga berbondong-bondong ke Sungai Sekadau. (IDN Times/istimewa).

    Seorang pengunjung, Novi Riawan, mengaku baru pertama kali mendatangi Batu Tinggi setelah mendapat informasi dari rekannya.

    “Saya baru pertama kali ke tempat ini. Ternyata banyak juga orang yang datang, jadi semakin penasaran seperti apa rasanya, apalagi tempat ini hanya ada saat musim kemarau,” ujar Novi, Selasa (11/8/2026).

    Menurutnya, Batu Tinggi menawarkan suasana berbeda karena pengunjung dapat menikmati pemandangan sungai dan hamparan batu yang hanya muncul pada waktu tertentu.

    “Kalau musim kemarau seperti sekarang Batu Tinggi baru kelihatan. Tempatnya enak untuk bersantai, anak-anak juga bisa bermain air. Pemandangannya bagus, apalagi menjelang sore,” katanya.

  3. 3. Berpotensi jadi wisata tahunan

    IMG_0230.jpeg
    Sungai Sekadau saat kemarau dipadati warga. (IDN Times/istimewa).

    Novi menilai Batu Tinggi berpotensi menjadi wisata alam musiman yang murah dan mudah dijangkau masyarakat. Namun, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap akses dan fasilitas di kawasan tersebut.

    “Semoga ke depannya ada tempat duduk, tempat sampah, dan fasilitas lainnya sehingga wisata ini semakin ramai dikunjungi dan pengunjung merasa lebih nyaman,” ungkapnya.

    Selain fasilitas, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Novi mengatakan belum terlihat adanya petugas maupun sistem pengamanan khusus di kawasan tersebut, sementara jumlah pengunjung cukup ramai pada sore hari.

    “Pengunjung juga harus waspada karena di sini belum ada pengamanan maupun petugas yang berjaga. Mudah-mudahan ke depan ada perhatian dari pihak terkait agar wisatawan bisa lebih aman dan nyaman saat berkunjung," pungkasnya.

    Pengunjung lainnya, Jurniko, mengatakan daya tarik Batu Tinggi justru terletak pada suasana alamnya yang masih alami.

    Menurutnya, warga tidak membutuhkan banyak fasilitas untuk menikmati kawasan tersebut. Pengunjung cukup datang, duduk di atas bebatuan, berbincang bersama keluarga atau teman, maupun mengawasi anak-anak yang bermain air.

    “Di sini tidak perlu banyak fasilitas. Kita datang bisa duduk santai, melihat pemandangan, ngobrol bersama teman atau keluarga. Anak-anak juga bisa bermain air, asal tetap diawasi,” kata Jurniko.

  4. 4. Sungai surut jadi tempat rekreasi dadakan

    IMG_0130.jpeg
    Muncul bebatuan di Sungai Sekadau saat kemarau. (IDN Times/istimewa).

    Ia menyebut kemunculan bebatuan menjadi daya tarik utama karena tidak bisa dinikmati sepanjang tahun.

    “Yang menarik karena tempat seperti ini hanya kelihatan saat air sungai surut. Kalau musim hujan, batu-batu ini biasanya kembali tertutup air. Jadi mumpung kemarau, masyarakat banyak yang datang,” ujarnya.

    Bagi masyarakat Sekadau, fenomena surutnya Sungai Sekadau tersebut menjadi momen tersendiri. Batu Tinggi seolah berubah menjadi ruang rekreasi dadakan yang hanya hadir ketika kemarau.

    Meski demikian, ramainya pengunjung juga perlu diikuti dengan kesadaran menjaga kebersihan dan keselamatan. Pengunjung diimbau tidak membuang sampah sembarangan serta tetap berhati-hati ketika berada di sekitar aliran sungai, terutama saat membawa anak-anak.

    Jika debit Sungai Sekadau kembali meningkat saat musim penghujan, hamparan bebatuan Batu Tinggi perlahan akan kembali tertutup air.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More