Karhutla Mulai Meningkat, Polda Kaltim Siagakan Ribuan Personel

- Polda Kaltim menyiagakan sekitar 2.000 personel menghadapi potensi karhutla selama kemarau 2026, yang diperkirakan berlangsung hingga September, melalui patroli, pemantauan titik panas, dan peralatan pemadaman.
- Pencegahan serta deteksi dini diprioritaskan di wilayah berisiko seperti Kutai Timur, Berau, Paser, dan Kutai Barat, setelah tercatat 974 titik panas semester I serta 71 karhutla awal Agustus.
- Personel khusus tetap menjalankan tugas rutin, sementara seluruh kekuatan dikerahkan saat kebakaran besar; Polda juga menyiapkan pengamanan pesisir, penegakan hukum, dan imbauan larangan pembakaran lahan.
Balikpapan, IDN Times - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur menyiagakan sekitar 2.000 personel untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026.
Jumlah tersebut mencapai sepertiga dari total sekitar 6.000 personel Polda Kaltim. Kesiapsiagaan diperkuat melalui patroli, pemantauan titik panas, hingga penyiapan peralatan pemadaman di sejumlah wilayah yang rawan karhutla.
Wakil Kepala Polda Kaltim Brigadir Jenderal Polisi Adrianto Jossy Kusumo mengatakan peningkatan kewaspadaan diperlukan karena kondisi vegetasi yang mulai mengering selama musim kemarau berpotensi memicu kebakaran.
"Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September sehingga seluruh unsur pengamanan saya minta meningkatkan kesiapsiagaan," kata Adrianto diberitakan Antara usai memimpin apel gabungan di Balikpapan, Selasa (11/8/2026).
1. Pencegahan dini jadi prioritas

Peserta apel persiapan pengendalian Karhutla di IKN dan Kaltim. Sumber foto Tim Komunikasi OIKN (IDN Times/Ervan) Menurutnya, langkah pencegahan dan deteksi dini menjadi prioritas utama. Karena itu, kesiapan personel dan peralatan terus diperiksa untuk memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat jika kebakaran terjadi.
Kesiapan tersebut dicek dalam apel gabungan di Lapangan M Jassin, Markas Brimob Polda Kaltim, Staalkuda, Balikpapan. Kegiatan itu diikuti sekitar 350 personel gabungan dari TNI, Polri, Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan.
Personel dan peralatan pendukung nantinya ditempatkan di sejumlah wilayah yang memiliki riwayat karhutla. Beberapa di antaranya Kabupaten Kutai Timur, Berau, Paser, dan Kutai Barat.
Kewaspadaan diperkuat menyusul meningkatnya jumlah titik panas di sejumlah wilayah Kaltim. Sepanjang semester I 2026, tercatat 974 titik panas. Sementara pada awal Agustus 2026 saja, terdapat 71 kejadian karhutla.
2. Penugasan bagi personel Polda Kaltim

Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Tedy Soepandi, Rabu (12/8/2026). Foto istimewa Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Tedy Soepandi mengatakan personel yang mendapat penugasan khusus tetap menjalankan tugas rutin kepolisian.
"Personel khusus akan fokus pada pencegahan, sementara seluruh kekuatan akan dikerahkan jika terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan lebih besar," ujar Tedy.
Selain pencegahan, Polda Kaltim juga menegaskan komitmen penegakan hukum. Tedy memastikan tindakan hukum akan dilakukan apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam kasus karhutla.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Polda Kaltim menyiapkan berbagai peralatan, mulai dari kendaraan taktis, pompa portabel hingga perlengkapan pemadaman lainnya.
3. Pengamanan pesisir yang berpotensi karhutla
Karhutla Kaltim Masih bisa dikendalikan (Dok. Dishut Kaltim) Pengamanan juga diperluas ke wilayah perairan. Unsur Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) disiagakan di kawasan pesisir yang memiliki potensi karhutla, khususnya wilayah dengan lahan gambut.
Polda Kaltim turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang kondisi lahannya kering dan mudah terbakar.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan potensi munculnya titik api sekaligus mencegah karhutla meluas selama puncak musim kemarau.


















