Ada luka dan bekas jahit di kaki korban RF. (IDN Times/Istimewa).
Sebelumnya, RF dijemput polisi pada Rabu (24/1/2024), di rumahnya. RF dijemput polisi karena diduga merupakan pelaku pencurian dan hendak diperiksa.
Namun pada Kamis (25/1/2024), korban dikembalikan ke rumah oleh polisi dalam keadaan meninggal dunia. Polisi mengatakan korban meninggal saat dirawat di rumah sakit, karena sesak napas atau asma.
Paman RF, Marjuki tak percaya keponakannya meninggal karena sesak napas. Marjuki menduga, RF dianiaya pihak kepolisian karena dipaksa mengaku atas sebuah tuduhan kejahatan.
“Tentu kami tidak percaya, karena tidak ada riwayat penyakit itu. Pada malam itu juga dia masih sehat tidak ada penyakit apa pun,” sebut Marjuki.
Kecurigaan keluarga semakin besar ketika melihat jenazah RF. Di sekujur tubuhnya bangkak, terdapat bekas luka lebam dan luka baru seperti bekas jahitan. Kemudian kening kanan atas korban luka menganga, disertai lebam, dan juga lengan kirinya terdapat luka lebam membiru.
Pihak keluarga akan menindak ke jalur hukum dan meminta polisi menyelidiki penyebab meninggalnya RF. Polda Kalbar juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan atas kasus ini.
“Meninggalnya di rumah sakit, kita masih menunggu hasil laporan dari dokternya juga akibat dari meninggalnya RF,” tukasnya.