Kalbar Food Festival Resmi Dibuka, Pamerkan Masakan Lokal

Pontianak, IDN Times - Kalbar Food Festival resmi dibuka dengan meriah, acara ini menjadi wadah untuk memamerkan ragam makanan khas Kalimantan Barat (Kalbar). Pembukaan festival ini diselenggarakan oleh Penjabat Gubernur Kalbar Harisson bersama Forkopimda pada Sabtu sore (17/2/2024).
Acara dibuka secara simbolis dengan memanggkong sotong bersama, menjadi salah satu momen istimewa dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-67 Pemerintah Provinsi Kalbar.
“Ini adalah Kalbar Food Festival yang ke-5. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Pemprov yang ke-67, di mana tempatnya berada di Pontianak,” ungkap Harisson.
1. Bangkitkan ekonomi Kalbar, ada ratusan tenant UMKM

Melalui Kalbar Food Festival ini, Harisson menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama di sektor kuliner.
“Kami berharap pelaku usaha kuliner dapat menjalin kerja sama dengan pasar yang lebih luas, sehingga UMKM di bidang kuliner ini dapat tumbuh dan berkembang,” jelasnya.
Tahun ini, sekitar 180 penyewa stand mengikuti festival ini, di mana 10 persennya didedikasikan untuk pelaku ekonomi kreatif (ekraf), sementara 90 persennya merupakan tenant kuliner.
Jumlah penyewa stand meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk bangkit dari dampak pandemik.
2. Ada rekor muri memangkong sotong

Berbagai kegiatan, termasuk perlombaan dan atraksi menarik, diselenggarakan dalam festival ini, termasuk rekor MURI untuk memangkong sotong. Rencananya, rekor MURI ini akan melibatkan hingga 500 peserta.
“Ini adalah upaya kami untuk mempromosikan kuliner, sotong pangkong sebenarnya cukup populer di daerah lain, banyak yang tertarik. Melalui Kalbar Food Festival ini, kami berharap dapat menciptakan rekor MURI dengan melibatkan lebih dari 500 peserta,” ujar Harisson.
“Selain rekor MURI memangkong sotong, pada hari puncak festival ini kami juga akan menggelar lomba memasak makanan pendamping ASI (MPASI),” lanjutnya.
3. Ada lomba MPAS untuk tekan stunting

Lomba ini akan diikuti oleh kader PKK dari berbagai Kabupaten/Kota di Kalbar. Mereka akan menyiapkan masakan MPASI dengan menggunakan bahan dasar olahan ikan khas Kalbar.
“Kita semua tahu bahwa Kalbar kaya akan jenis ikan, yang mengandung protein tinggi, ini sangat penting untuk pertumbuhan anak-anak dan ibu hamil, sehingga mereka tidak mengalami anemia,” terang Harisson.
Windy Prihastari, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporapar) Kalbar menyatakan, tujuan dari perlombaan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami ingin menekankan pentingnya MPASI untuk mencegah stunting, dan kami juga ingin memperkenalkan kekayaan ikan Kalbar sebagai sumber protein yang berkualitas untuk bayi,” ucap Windy.
4. Target 30 ribu pengunjung

Edi Hartono, Ketua Panitia, menyebutkan bahwa target pengunjung dalam festival ini adalah mencapai 30 ribu orang. Hingga saat ini, rata-rata jumlah pengunjung per hari mencapai 10 hingga 15 ribu orang.
“Harapan kami adalah membantu UMKM, terutama setelah dampak pandemi, agar mereka dapat pulih dan berkembang kembali. Kami ingin mendukung kembali para pelaku usaha yang sebelumnya vakum agar dapat bangkit lagi,” tutupnya.



















