Ridho dan rekan kerjanya stanby di markas Damkar dan Penyelamatan Kota Banjarmasin.
Ridho mengatakan, bergabung menjadi personel damkar sudah menjadi mimpinya sejak dulu. Kenapa bisa begitu? Bapak satu anak ini sudah pengalaman di banyak profesi lain hingga akhirnya menetapkan hati menjadi personel damkar.
Setelah lima tahun menjadi personel damkar, Ridho mengakui sebagai tujuan hidupnya selama ini. "Menolong orang adalah kesenangan saya, saat masuk jadi petugas damkar di sini saya menemukan jati diri saya di mana bekerja dan hobi jadi satu," katanya saat ditemui IDN Times, Sabtu (6/5/2023).
Meskipun perundungan pun kerap dialami selama menjalankan tugasnya. Seperti dianggap lambat dalam proses menjinakkan api kebakaran.
Namun hal itu justru menjadi motivasinya untuk selalu menjadi terbaik melayani dan niat baik menolong orang yang kesulitan. "Padahal kita datang menolong, tapi ada saja yang mengatakan lambat. Tapi kita sabar, kalau kita tersinggung, kita bukan pemadam, karena di sini mental diuji," tuturnya.