Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Antisipasi Karhutla saat El Nino, Pemkot Pontianak Bakal Siapkan Tandon Air
Wali Kota Pontianak lakukan siap siaga karhutla. (IDN Times/Teri).
28 Maret 2026

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memimpin apel siaga karhutla di Posko Jalan Sepakat dan menyampaikan rencana pembuatan tandon air sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

kini

Pemkot Pontianak menyiapkan pembangunan sekat kanal, pengerukan parit, serta patroli 24 jam untuk mencegah karhutla saat El Nino. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan demi menekan potensi kebakaran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kota Pontianak menyiapkan pembangunan tandon air dan sekat kanal untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan saat fenomena El Nino.
  • Who?
    Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, bersama jajaran Pemkot Pontianak serta tim posko siaga karhutla yang akan melakukan patroli 24 jam.
  • Where?
    Kegiatan dilakukan di wilayah Kota Pontianak, termasuk kawasan rawan seperti Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Utara.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Sabtu, 28 Maret 2026, usai apel siaga karhutla di Posko Jalan Sepakat.
  • Why?
    Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan sumber air pemadaman darurat dan mencegah potensi kebakaran lahan gambut selama musim kemarau akibat El Nino.
  • How?
    Pemkot akan memperdalam parit untuk dijadikan tandon air, membangun sekat kanal, serta menggelar patroli intensif guna mendeteksi dini titik api dan menindak pelaku pembakaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Pontianak, Pak Wali Kota Edi mau bikin tandon air supaya kalau ada api bisa cepat disiram. Airnya disimpan di parit yang digali dalam-dalam. Ada juga tim yang jaga siang malam biar tidak ada kebakaran. Dulu sempat ada asap, tapi sekarang sudah aman dan orang diminta tidak bakar lahan lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Pemerintah Kota Pontianak menunjukkan kesiapsiagaan yang kuat dalam menghadapi ancaman karhutla saat El Nino. Melalui pembangunan tandon air, pengerukan parit, dan patroli 24 jam, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan air serta memperkuat pengawasan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen serius terhadap pencegahan dini dan perlindungan lingkungan kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pontianak, IDN Times - Pemerintah Kota Pontianak (Pemkot Pontianak) mengambil langkah dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, pihaknya bakal menyiapkan tandon-tandon air sebagai sumber pemadaman darurat di wilayah rawan.

Hal ini disampaikan usai memimpin apel siaga karhutla di Posko Jalan Sepakat, Sabtu (28/3/2026), Edi menegaskan bahwa upaya pencegahan menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Pontianak.

1. Strategi tandon air jadi solusi

Pontianak siaga karhutla. (IDN Times/Teri).

Salah satu strategi yang disiapkan adalah pembangunan sekat kanal serta pembuatan tandon-tandon air di parit yang diperdalam, terlebih saat memasuki El Nino.

“Kita akan membangun dan mengerok parit, lalu membuat tandon-tandon air untuk memastikan ketersediaan sumber air jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujarnya.

Langkah ini dinilai penting mengingat sejumlah kawasan di Pontianak, seperti Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Utara, didominasi lahan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau.

2. Tim bakal patroli 24 jam

Tim bakal patroli karhutla 24 jam. (IDN Times/Teri).

Selain menyiapkan infrastruktur, Edi juga menginstruksikan patroli intensif selama 24 jam oleh tim posko guna mencegah potensi kebakaran sejak dini. Ia menegaskan, tindakan tegas akan diberikan kepada siapa pun yang terbukti sengaja membakar lahan.

“Kita akan lakukan tindakan hukum yang tegas apabila terdapat yang membakar,” tegasnya.

3. Pontianak sempat dapat asap kiriman

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono usai pimpin apel siaga karhutla. (IDN Times/Teri).

Meski sempat diselimuti kabut asap, Edi menjelaskan bahwa sebagian besar asap kiriman berasal dari wilayah sekitar Pontianak, bukan dari kebakaran besar di dalam kota. Ia memastikan, kejadian kebakaran lokal masih dalam skala kecil dan telah berhasil ditangani.

Ke depan, Edi berharap kesadaran masyarakat meningkat, khususnya dalam mengelola lahan gambut tanpa pembakaran. Menurutnya, keberhasilan menekan karhutla sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan warga.

“Yang paling penting adalah pencegahan. Jika masyarakat tidak membakar lahan, maka potensi karhutla bisa ditekan secara signifikan,” tukasnya.

Editorial Team