Anak di Kalbar Kritik Jalan Rusak, Mau Tukar Gubernur Norsan dengan KDM

- Sebuah video anak di Sintang, Kalbar, yang mengeluhkan jalan rusak viral dan memicu reaksi publik karena menyinggung pergantian gubernur.
- Kepala Dinas PUPR Kalbar menegaskan jalan Bedayan–Libau merupakan kewenangan Kabupaten Sintang serta mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak berpendapat.
- Pemerintah Provinsi Kalbar tetap berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sesuai kewenangan demi pemerataan pembangunan di daerah.
Sintang, IDN Times - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak kecil mengeluhkan kondisi jalan rusak di ruas Bedayan–Libau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, sang anak dengan polos menyampaikan keluhannya terhadap jalan yang becek, berlubang dan sulit dilalui.
Bahkan, narasi yang menyertai video itu dilengkapi dengan ajakan mengganti gubernur Kalbar, Ria Norsan menjadi ‘Gubernur KDM (Kang Dedi Mulyadi)’ (Gubernur Jawa Barat) yang kemudian memicu beragam reaksi warganet. Viralnya video ini pun sampai ke perhatian pemerintah daerah.
1. Dinas PUPR menyayangkan keterlibatan anak-anak

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen angkat bicara. Dia mengaku menghargai aspirasi masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial. Namun, dia menyayangkan cara penyampaiannya yang melibatkan anak-anak tanpa pemahaman yang utuh.
Menurutnya, narasi yang berkembang justru cenderung menyudutkan Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Padahal menurut Iskandar, status jalan tersebut bukan kewenangan pemerintah provinsi.
“Perlu diluruskan, penanganan jalan Bedayan–Libau itu merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Sintang, bukan (pemerintah) provinsi,” tegas Iskandar, Sabtu (28/3/2026).
2. Tekankan peran orangtua dalam membimbing anak

Dia menilai, penting bagi masyarakat untuk memahami pembagian kewenangan dalam pengelolaan infrastruktur agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada opini yang keliru. Lebih jauh, Iskandar juga menekankan peran orang tua dalam membimbing anak-anak, terutama dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
“Anak-anak perlu diedukasi agar memahami etika dalam berpendapat. Jangan sampai mereka menyampaikan informasi yang tidak utuh atau bahkan keliru,” ujarnya.
3. Komitmen tingkatkan kualitas infrastruktur jalan

Dia juga mengingatkan bahwa penyampaian opini di ruang publik tetap memiliki konsekuensi, apalagi jika berpotensi merugikan pihak tertentu.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pemerataan pembangunan yang terus didorong oleh pemerintah provinsi.
Di akhir pernyataannya, Iskandar kembali mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar membimbing anak-anak menjadi pribadi yang berintegritas, kritis, namun tetap beretika dalam menyampaikan aspirasi.


















