Pontianak, IDN Times - Lebih dari 70 hari, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat (Kalbar) berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Bukan hanya berhadapan dengan api dan asap, para relawan juga harus memastikan kebutuhan logistik hingga kesehatan mereka tetap terjaga.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kalbar, Asrul Putra Nanda, mengatakan selama puluhan hari bertugas, ada sejumlah peristiwa yang membekas. Salah satunya ketika tim menerima laporan dari seorang warga yang meminta bantuan karena rumahnya dikepung kebakaran, sementara di dalam rumah terdapat bayi.
“Bang, kami punya bayi. Di belakang dapur atau belakang lahan rumah kami terbakar. Kami tidak tahu harus ke mana,” kata Asrul menirukan pesan warga yang diterima tim, Kamis (1/10/2026).
