Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemarau Panjang Ancam Satwa Kaltim, 4 Fakta BKSDA Siapkan Kubangan Air

Kota Samarinda
2 min read
Kemarau Panjang Ancam Satwa Kaltim, 4 Fakta BKSDA Siapkan Kubangan Air
BKSDA Kalimantan Timur membuat kubangan air untuk satwa di kawasan konservasi di September 2026. Foto BKSDA Kaltim
  • Kemarau panjang di Kalimantan Timur mengurangi sumber air habitat satwa liar; CAN menyelamatkan 13 orang utan sejak Juli 2026, sebagian besar mengalami dehidrasi.
  • BKSDA Kaltim menyiapkan empat kubangan air buatan di jalur satwa untuk menghadapi kekeringan ekstrem, sekaligus memasang kamera jebak guna memantau aktivitas dan efektivitasnya.
  • Kubangan ditempatkan tersembunyi untuk menekan risiko perburuan; BKSDA juga meminta pengelola tambang, sawit, dan kehutanan menyediakan sumber air bagi satwa selama kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Samarinda, IDN Times - Kemarau panjang di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai berdampak terhadap ketersediaan air di habitat satwa liar. Conservation Action Network (CAN) mencatat sebanyak 13 individu orang utan telah diselamatkan sejak Juli 2026 hingga saat ini.

Sejumlah orang utan harus menjalani perawatan di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam, termasuk pasangan induk dan anak. Sementara beberapa individu lainnya langsung ditranslokasi.

  1. 1. Orang utan alami dehidrasi

    OU9.jpeg
    Tiga orangutan hasil rehabilitasi akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan hutan Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026). BKSDA Kaltim

    Founder CAN Paulinus Kristanto mengatakan sebagian besar orang utan yang diselamatkan mengalami dehidrasi akibat minimnya sumber air di habitat.

    “Beberapa orangutan dan satwa yang kita temukan dehidrasi karena tidak ada sumber air dan pohon-pohon juga tidak menghasilkan cukup banyak air,” kata Paulinus.

    Menurutnya, kondisi tersebut semakin berat karena satwa harus berpindah melewati kawasan yang tidak berhutan untuk mencari sumber air dan habitat.

  2. 2. Empat kubangan air sudah disiapkan

    Air.jpeg
    BKSDA Kalimantan Timur membuat kubangan air untuk satwa di kawasan konservasi di September 2026. Foto BKSDA Kaltim

    Mengantisipasi kekeringan ekstrem, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim menyiapkan empat kubangan air buatan di jalur perlintasan satwa.

    Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto mengatakan sumber air tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi orang utan, tetapi juga satwa liar lainnya.

    “Dalam kondisi ekstrem, misalkan El Nino saat ini, kemungkinan sumber-sumber air akan berkurang. Demikian juga pucuk-pucuk daun tidak menghasilkan kandungan air yang cukup bagi mereka,” ujar Ari.

    Kubangan ditempatkan di lokasi tersembunyi untuk mengurangi risiko perburuan. BKSDA juga memasang kamera jebak (camera trap) untuk memantau aktivitas satwa dan efektivitas program.

  3. 3. Program air akan diperluas di kawasan konservasi

    Kubangan.jpeg
    BKSDA Kalimantan Timur membuat kubangan air untuk satwa di kawasan konservasi di September 2026. Foto BKSDA Kaltim

    BKSDA Kaltim berencana memperluas penyediaan kubangan air dengan melibatkan pengelola kawasan konsesi, termasuk perusahaan tambang, perkebunan kelapa sawit, dan kehutanan.

    Surat edaran telah dikirim kepada sejumlah entitas pengelola kawasan agar turut menyediakan sumber air bagi satwa liar selama kemarau panjang.

    “Memang kita juga sudah mengirimkan surat kepada entitas-entitas yang mengelola kawasan, baik tambang, sawit, maupun kehutanan, untuk membuat kubangan-kubangan air buatan yang disediakan untuk satwa,” kata Ari.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More