Bakmi Warna-warni Sepiring Mie 77, Kuliner Baru yang Viral di Pontianak!

Pontianak, IDN Times - Menghabiskan akhir pekan di Pontianak tak lengkap tanpa menjajal kuliner baru. Kini hadir sebuah kedai mi unik yang patut dicoba: Sepiring Mie 77, yang mengusung konsep kedai dan kolaborasi. Tempat makan ini menyajikan bakmi sederhana namun dengan cita rasa yang istimewa.
Pemilik Sepiring Mie 77, Arbian Octora, mengatakan kedai yang berada di Parklife, Jalan Karimata, itu menawarkan menu sederhana dengan rasa yang maksimal.
“Ini brand baru di Pontianak. Kami menghadirkan menu yang sederhana tapi maksimal, jadi dengan harga yang tidak terlalu mahal, rasanya tetap kaya,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
1. Sepiring mi disajikan dengan topping warna-warni

Keunikan bakmi di Sepiring Mie 77 terlihat dari aneka topping berwarna-warni. Ada ayam carsiu merah, ayam cincang, sayuran hijau, toge, mi kuning pipih, hingga taburan pangsit yang renyah.
“Itu ayam yang dimasak dengan bumbu khas sehingga warnanya sedikit merah untuk menambah selera makan. Ada ayam carsiu, ayam cincang, pangsit goreng, telur rebus, dan sayur,” jelas Bian.
Sajian yang tampil menarik ini sengaja dibuat agar cocok dengan selera warga Pontianak. Perpaduan warna dan topping membuat bakmi terlihat menggugah selera.
Bian menambahkan, mi kuning yang digunakan juga dibuat sendiri. Teksturnya tipis dan kecil sehingga terasa lebih nikmat saat disantap.
“Terinspirasi dari pedagang bakmi, dan ini comfort food yang halal. Jadi jangan khawatir, teman-teman bisa langsung datang dan menikmati,” katanya.
2. Comfort food, harga ekonomis

Satu hal yang membuatnya berbeda, bakmi di kedai ini disajikan menggunakan piring, bukan mangkuk seperti umumnya.
Untuk harga, Sepiring Mie 77 menawarkan menu mulai dari Rp13 ribu hingga Rp19 ribu, sehingga ramah di kantong.
3. Usung konsep take over bar

Mengusung konsep Kedai dan Kolaborasi, Sepiring Mie 77 menghadirkan open kitchen dan membuka peluang bagi brand makanan lain untuk ikut berjualan.
“Kami terinspirasi dari salah satu tempat di Jogja. Dapur ini bisa digunakan untuk berkolaborasi dengan kawan-kawan yang ingin mencoba menjual menu baru. Dapur akan ditakeover oleh mereka selama berjualan,” jelas Bian.
Konsep ini hadir sebagai upaya mendukung UMKM lokal, terutama para pedagang online yang ingin mulai merasakan pengalaman berjualan secara offline.
“Biar kawan-kawan yang selama ini jualan online bisa coba sensasi jualan offline. Silakan gunakan dapur kami,” tuturnya.



















