Bawa Sajam, 15 Remaja Diamankan Polisi di Pemangkat Sambas

Sambas, IDN Times - Sebanyak 15 remaja yang diduga hendak terlibat aksi tawuran diamankan aparat kepolisian di wilayah Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Para remaja tersebut kedapatan membawa berbagai jenis senjata tajam (sajam).
Pengamanan dilakukan oleh Polres Sambas bersama Polsek Pemangkat setelah menerima laporan dari masyarakat yang resah melihat sekelompok remaja berjalan kaki sambil membawa senjata tajam.
Kapolres Sambas melalui Kapolsek Pemangkat AKP Ronald Deny Napitupulu mengatakan, warga melaporkan adanya sekelompok remaja yang terlihat membawa sajam di Jalan Pembangunan, tepatnya di depan Jalan Badak Putih, Desa Lonam, Kecamatan Pemangkat.
“Anggota piket langsung menuju lokasi kejadian, melakukan penelusuran, dan bertemu dengan warga yang telah lebih dulu mengamankan salah satu remaja,” ujar Ronald, Sabtu (24/1/2026).
1. Personel polisi langsung menuju ke lokasi tawuran

Dari keterangan remaja tersebut, petugas kemudian bergerak menuju lokasi tempat berkumpul kelompoknya di sebuah rumah di Jalan Anom Gang Basuni, Desa Gugah Sejahtera, Kecamatan Pemangkat. Seluruh anggota kelompok berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Pemangkat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil penggeledahan menunjukkan polisi menemukan sejumlah senjata tajam yang dibawa para remaja tersebut. Diketahui, 15 remaja itu berusia antara 14 hingga 21 tahun dan merupakan warga Kecamatan Pemangkat dan sekitarnya.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan salah satu saksi warga Kecamatan Tebas, kelompok remaja tersebut sempat terlihat sekitar pukul 00.25 WIB bergerombol menggunakan sepeda motor dari Pemangkat menuju Sambas. Dua unit sepeda motor di antaranya diduga membawa senjata tajam. Sekitar pukul 00.40 WIB, rombongan tersebut berbalik arah kembali ke Pemangkat.
2. Pelaku tawuran langsung diamankan polisi

Selanjutnya, sekitar pukul 01.10 WIB, saksi lainnya yang tengah melintas dari Singkawang menuju Tebas juga berpapasan dengan rombongan remaja tersebut di wilayah Desa Perapakan Besi.
Ronald membenarkan informasi yang sempat viral di media sosial terkait dugaan rencana tawuran di kawasan Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB). Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan sebelum terjadi.
“Sekelompok pemuda tersebut telah kami amankan di Polsek Pemangkat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aksi tawuran, premanisme, maupun pelanggaran hukum lainnya, termasuk membawa senjata tajam.
“Polres Sambas berkomitmen penuh menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkas Ronald.
3. Pemberantasan aksi tawuran di antara remaja

Sebelumnya diberitakan, media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan sekelompok remaja diduga hendak melakukan aksi tawuran dengan membawa senjata tajam di kawasan Jembatan Sungai Sambas Besar pada Jumat dini hari.
Dalam video tersebut, tampak sejumlah remaja bergerombol menggunakan sepeda motor dan berkumpul di sekitar JSSB saat kondisi lingkungan sedang sepi. Video yang pertama kali diunggah akun media sosial Sambas Informasi itu menuai beragam reaksi warganet.
Sejumlah netizen mengaku khawatir dan meminta aparat keamanan meningkatkan patroli, terutama pada malam hingga dini hari, guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


















