Bocah 11 Tahun di Kalbar Diterkam Buaya saat Santai di Belakang Rumah

Pontianak, IDN Times - Seorang anak berusia 11 tahun warga Desa Pesaguan Kiri, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) diterkam buaya pada saat santai di teras belakang rumah, pada Rabu (18/12/2024).
Bocah 11 tahun tersebut kini mendapatkan perawatan medis setelah diterkam dan diseret buaya yang naik ke pelataran belakang rumah saat terjadi banjir rob.
Sementara itu, Kepala Desa Pesaguan Kiri, Muhammad Amin membenarkan kejadian yang menimpa warganya tersebut.
“Korbannya anak-anak usia 11 tahun, alhamdulillah korban berhasil selamat dan sudah mendapatkan perawatan medis pasca kejadian,” ungkap Amin, Kamis (19/12/2024).
1. Korban diterkam di teras belakang saat banjir rob

Amin menerangkan, kejadian bermula ketika korban sedang bersantai di pelataran belakang rumahnya sembari ingin mengganti hansaplas di kaki kirinya. Saat itu air sudah mulai pasang.
“Kejadian sekitar pukul 06.10 WIB, korban saat itu sedang mengganti hansaplas, tiba-tiba seekor buaya mengejar dan menerkam kaki kiri dan tangan kanan korban,” ungkap Amin.
2. Korban sempat diseret buaya

Amin mengatakan, korban yang merasa kesakitan berteriak sehingga membuat orangtua korban yang berada di dalam rumah langsung mendatangi korban.
“Saat orangtua keluar, korban sudah terjatuh ke air diseret buaya, beruntung korban berpegangan dengan kayu tongkat rumah, melihat kejadian itu bapak korban langsung melompat ke air dan berupaya melepaskan korban dari buaya hingga membuat buaya lari,” ucapnya.
3. Imbau warga waspada saat banjir rob

Atas peristiwa itu, Amin mengimbau kepada seluruh orang tua untuk waspada dan memperhatikan anak-anak dari aktivitas atau ketika mandi di daerah sungai dan parit yang rawan akan adanya predator.
“Orang tua harus waspada dan melarang anak-anaknya main di sungai, parit dan genangan air yang tinggi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.
Sementara itu, Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Karyadi yang juga mengetahui kejadian tersebut mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai ancaman disaat banjir rob melanda.
“Waspasa terhadap hewan buas seperti buaya, ular dan tentu menjaga anak-anak agar tidak bermain disaat air pasang,”tukasnya.


















