Kratom atau daun puri. (IDN Times/Adpim).
Haris Wafa dari PT DJB Botanicals Indonesia menambahkan, Indonesia saat ini memasok lebih dari 80 persen kebutuhan kratom dunia. Permintaan terbesar datang dari Amerika Serikat dan Eropa untuk industri herbal dan kebugaran, serta Thailand dan India untuk kebutuhan industri ekstraksi bahan alam.
PT DJB Botanicals Indonesia sendiri merupakan pionir eksportir produk kratom di Kalimantan Timur sejak 2019. Fasilitas produksinya berada di Kawasan Industri L3 Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Perusahaan tersebut juga telah mengantongi izin ekspor kratom dari Kementerian Perdagangan RI.
Sementara itu, PT Borneo Riseta Naturafarm merupakan lembaga riset yang telah meneliti kratom sejak 2019 dengan melibatkan 20 ahli dari berbagai disiplin ilmu. Fokus penelitian meliputi isolasi alkaloid dan standardisasi mutu produk.
Haris menjelaskan, perusahaan memiliki kapasitas mesin grinder mill sebesar satu ton per hari dan disk mill hingga delapan ton per hari. Pasokan bahan baku kratom berasal dari sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, seperti Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, serta sebagian wilayah Kalimantan Selatan.
Ia berharap Pemprov Kaltim dapat mendorong pemetaan potensi kratom di daerah, seperti yang telah dilakukan Provinsi Kalimantan Utara.
Selain kratom, diversifikasi pengembangan produk juga diharapkan mencakup tanaman endemik Kalimantan lainnya seperti tahongai, nuciferine, arecoline, dan bawang dayak.