Siswa Baru di Kaltim Bersiap, Pemprov Salurkan 64 Ribu Seragam Gratis

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan sebanyak 64 ribu paket seragam sekolah gratis untuk pelajar tingkat menengah pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut kembali dijalankan dengan alokasi anggaran sebesar Rp65 miliar.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengatakan program bantuan itu menyasar 558 satuan pendidikan yang terdiri atas Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB), baik negeri maupun swasta.
“Program pembagian seragam gratis tahun 2026 masih sama seperti sebelumnya, dengan anggaran sebesar Rp65 miliar,” ujar Rahmat dilaporkan Antara di Samarinda, Selasa (12/5/2026).
1. Paket bantuan seragam gratis

Setiap siswa penerima bantuan akan memperoleh paket perlengkapan sekolah yang terdiri atas kemeja, celana, sepatu, tas sekolah, serta jilbab bagi siswi muslimah.
Rahmat menjelaskan, penentuan ukuran seragam dilakukan berdasarkan pendataan akhir yang dikirim masing-masing sekolah agar sesuai dengan identitas dan ukuran siswa penerima.
Disdikbud Kaltim menargetkan proses pendataan siswa penerima bantuan rampung paling lambat 20 Juli 2026.
2. Distribusi seragam gratis

Sementara itu, distribusi seragam dari penyedia kepada siswa dijadwalkan berlangsung mulai September hingga pertengahan Oktober 2026.
Penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan pemerataan distribusi di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.
Menurut Rahmat, kuota paket seragam pada tahun sebelumnya dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh siswa baru, meski jumlah peserta didik terus mengalami peningkatan.
3. Penyaluran paket seragam secara merata

Ia menambahkan, pengalaman distribusi tahun lalu menunjukkan seluruh paket seragam berhasil disalurkan secara merata ke sekolah negeri maupun swasta di berbagai daerah di Kaltim.
“Program penyediaan perlengkapan sekolah gratis ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua siswa,” kata Rahmat.


















