Samarinda, IDN Times - Hutan Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya berfungsi sebagai penghasil kayu. Lebih dari itu, kawasan hutan di Benua Etam memiliki nilai ekonomi yang besar melalui jasa lingkungan, terutama sebagai penyerap karbon, penghasil oksigen, serta penekan emisi gas rumah kaca.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengungkapkan bahwa keberadaan hutan telah menjadi salah satu sumber pendapatan daerah melalui program perdagangan karbon (carbon trading).
Menurut Rudy, program berbasis lingkungan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan masyarakat hingga tingkat desa dan kawasan pesisir.
“Bahkan, carbon trading Kaltim (Indonesia) menjadi barometer di kawasan Asia Pasifik,” ujar Rudy dalam aku IG Pemprov Kaltim
