Bulog Tingkatkan Pengawasan Usai Viral Warga Temukan Beras Oplosan

Pontianak, IDN Times - Viral warga mengunggah video yang memperlihatkan diduga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog Kalimantan Barat (Kalbar) diduga oplos atau palsu.
Dari unggahan tersebut, tampak beras SPHP berwarna kuning dan hitam, pecah, dan jika dimasak beras tersebut cepat basi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bulog Kalbar, Rasiwan menuturkan, pihaknya selalu melakukan pengecekan sebelum beras tersebut diedarkan.
“Dari kami di mekanisme kami itu sebelum komodi keluar dicek dengan petugas untuk memastikan bahwa kualitas yang akan disalurkan sudah dicek kualitasnya,” ungkapnya, Minggu (1/2/2026).
1. Bisa ditukar jika menemukan beras kualitas buruk

Rasiwan bilang, masyarakat Kalbar bisa langsung menukarkan beras SPHP tersebut jika ditemukan dengan kualitas yang kurang baik.
“Kami harapkan kepada seluruh masyarakat dan jaringan bulog apabila ada beras yang tidak sesuai atau tidak standar segera laporkan ke kami ada tim yang memantau SPHP, lewat jaringan kita bisa lewat gudang bulog bisa. Kami siap menukar atau mengganti apabila ditemukan beras yang tidak sesuai,” paparnya.
2. Bulog Kalbar tingkatkan pengawasan

Rasiwan menyebut, sejauh ini belum ada laporan warga terkait dugaan oplosan beras SPHP. Namun baru ini ditemukan di media sosial, langsung dikonfirmasi kepada pelapor yang menemukan beras SPHP kualitas buruk.
“Secara resmi belum menerima baru lewat media itu dan langsung kami tindaklanjuti, dengan konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan utk dilaporkan ke kami untuk segera kami ganti,” tuturnya.
Dalam insiden ini, Bulog Kalbar memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan pemeriksaan kualitas beras dari Bulog.
“Inikan stok tahun 2024 jenis Vietnam, kami sudah sortis pengemasan tapi yang namanya pekerja tidak menjamin semuanya untuk memastikan standar tapi kami berusaha untuk meningkatkan pengawasan,” terangnya.
Dia memastikan bahwa tim di masing-masing gudang di Kalbar dapat melakukan pengawasan sesuai standar sebelum diedarkan.
3. Begini cara penukaran beras

Rasiwan meginstruksikan kepada seluruh jaringan Bulog di Kalbar untuk memonitor kualitas beras sebelum diambil.
“Tim kami juga monitor seluruh jaringan karena itu kita pastikan jualnya juga harus standar kualitasnya standar,” jelasnya.
Jika warga Kalbar menemukan kualitas beras SPHP yang kurang baik dapat langsung melaporkan ke jaringan, Rumah Pangan Kita (RPK), atau terdekat dengan kontak person yang tersedia.
“Bisa langsung diganti. Kalau untuk pengoplosan saya kurang memahami karena itu wilayahnya aparat yang bisa menganalisa ini oplosan atau tidak, tapi prinsipnya kami akan memastikn betul tim kami mengawal komoditi yang akan dikirim,” tukasnya.

















