Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelindung Pilar Jembatan Mahakam I Dibangun, Anggaran Rp27 Miliar

Sejumlah upaya juga disiapkan agar insiden tertabraknya Jembatan Mahakam tak terulang. (Dok. Istimewa)
Sejumlah upaya juga disiapkan agar insiden tertabraknya Jembatan Mahakam tak terulang. (Dok. Istimewa)

Samarinda, IDN Times - Pembangunan fisik pelindung pilar atau fender Jembatan Mahakam I, Samarinda, resmi dimulai. Proyek ini digarap dengan anggaran sebesar Rp27 miliar yang bersumber dari PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra sebagai bentuk pertanggungjawaban atas insiden tabrakan kapal yang terjadi setahun lalu.

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas I Samarinda, Muhammad Ridha Rengreng, mengatakan pekerjaan di lapangan telah diawali dengan pemancangan tiang pertama dan ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan.

“Pengerjaan fisik sudah dimulai di lapangan dan diperkirakan selesai dalam tiga bulan ke depan,” ujar Ridha diberitakan Antara di Samarinda, Jumat (30/1/2026).

Proyek ini menjadi titik terang setelah pilar Jembatan Mahakam I—ikon infrastruktur di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur—dibiarkan tanpa pelindung sejak ditabrak kapal bermuatan kayu sengon pada Februari 2025.

1. Peningkatan keselamatan masyarakat di atas jembatan

Jembatan Mahakam I dipastikan aman dilintasi kendaraan. (Dok. Istimewa)
Jembatan Mahakam I dipastikan aman dilintasi kendaraan. (Dok. Istimewa)

Ridha menjelaskan, pemasangan fender dilakukan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat yang melintas di atas jembatan. Konstruksi pelindung tersebut dirancang menggunakan material dengan spesifikasi tinggi guna menjamin kekuatan dan daya tahan terhadap benturan.

Menurutnya, material fender yang dipasang mampu meredam benturan keras sehingga dapat mencegah kerusakan pada struktur utama jembatan di masa mendatang.

Selama masa tunggu pembangunan, KSOP Kelas I Samarinda bersama Polairud Polda Kaltim menerapkan pengawasan ketat terhadap lalu lintas perairan. Sejumlah kapal tunda dikerahkan untuk mengawal setiap kapal yang melintas di bawah jembatan.

“Langkah preventif ini dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak terjadi insiden lanjutan saat pilar jembatan masih dalam kondisi rentan,” jelas Ridha.

2. Arus lalu lintas di perairan Jembatan Mahakam I terpantau aman

Jembatan Mahakam I akan ditutup mulai Jumat (28/2/2025) untuk proses investigasi. Rekayasa lalu lintas sudah disiapkan Dinas Perhubungan Kaltim. (Dok. Istimewa)
Jembatan Mahakam I akan ditutup mulai Jumat (28/2/2025) untuk proses investigasi. Rekayasa lalu lintas sudah disiapkan Dinas Perhubungan Kaltim. (Dok. Istimewa)

Ia menambahkan, hingga saat ini arus lalu lintas perairan di sekitar Jembatan Mahakam I terpantau aman dan lancar, baik untuk kapal bermuatan maupun kapal kosong yang melakukan manuver.

Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Teknik Satuan Kerja BBPJN Kalimantan Timur, Sri Widodo, menyebut proses realisasi proyek memerlukan waktu cukup panjang karena harus melalui tahapan perencanaan yang matang.

“Koordinasi lintas instansi, penyusunan desain teknis, hingga pengaturan skema kontrak asuransi menjadi faktor utama mengapa pengerjaan baru bisa dimulai pada akhir Januari 2026,” kata Widodo.

3. Pembangunan pilar jembatan jadi tanggung jawab perusahaan

Ilustrasi foto pilar Jembatan Mahakam Samarinda yang ditubruk kapal tongkang batu bara. (IDN Times/Nina)
Ilustrasi foto pilar Jembatan Mahakam Samarinda yang ditubruk kapal tongkang batu bara. (IDN Times/Nina)

Ia menegaskan, seluruh biaya pembangunan pelindung pilar sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan pemilik kapal penabrak melalui mekanisme klaim asuransi.

Pemerintah menargetkan pembangunan dolphin dan fender Jembatan Mahakam I rampung pada April 2026, sehingga keamanan dan fungsi jembatan dapat kembali terjamin sepenuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Dana Transfer Menyusut, Berau Genjot PAD akan Tembus Rp450 Miliar

31 Jan 2026, 13:00 WIBNews