Jubir Satgas penanganan COVID-19 PPU, dr Arnold Wayong (IDN Times/Ervan Masbanjar)
Dibeberkannya, 10 pasien yang dinyatakan konfirmasi positif pada Minggu kemarin, semua memiliki gejala dan harus diisolasi di RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU. Adapun ke 10 pasien tersebut, PPU 108 laki-laki (14) rapid testnya reaktif santri Al-Banjari warga Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, ada menderita batuk terpapar karena kontak erat dengan PPU 99 merupakan sesama santri putra usia 13 tahun, lalu PPU 109 merupakan santri putra Al-Banjari usai 14 tahun warga Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam juga terpapar akibat kontak erat dengan PPU 99.
“Lalu PPU 110 laki-laki (14) warga Desa Girimukti, Kecamatan Penajam juga terpapar karena kontak erat dengan PPU 99. Sementara itu, PPU 111 perempuan usai 45 tahun warga Desa Girikmuti serta PPU 112 perempuan usai 23 tahun warga Petung keduannya dinyatakan positif hasil swab nya karena kontak erat dengan PPU 102 salah satu kerabat santri ponpes Al-Banjari itu berjenis kelamin laki-laki (48) berdomisili di Petung,” ungkapnya.
Dibeberkannya, untuk pasien positif selanjutnya yaitu berkode PPU 113 santri putra (15) warga Penajam, lalu PPU 114 santri putra (13) warga Kelurahan Waru, Kecamatan Waru dan PPU 117 santri putra juga (15) tinggal di Babulu Darat, Kecamatan Babulu. Kedua santri ini terpapar akibat kontak erat dengan PPU 99. Sedangkan PPU 116 perempuan (64) positif karena kontak dengan PPU 109 tinggal satu rumah. Untuk PPU 115 perempuan (75) kontak erat dengan salah satu pasien lain dari klaster Ponpes Al-Banjari.