Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Di Balikpapan, Ada Lima Ribu Ibu Hamil Bakal Dapat Rapid Test

Di Balikpapan, Ada Lima Ribu Ibu Hamil Bakal Dapat Rapid Test
Walikota Balikpapan dan Forkopimda bersama perwakilan ibu hamil dan nifas (IDN Times /Hilmansyah)
Share Article

Balikpapan,IDN Times – Pemkot Balikpapan melalui Tim Satuan Gugus Tugas COVID-19 menargetkan untuk melakukan rapid test terhadap 5000 ibu hamil di Balikpapan hingga akhir tahun, sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran pandemi COVID-19 di klaster keluarga.

“Data DKK Balikpapan ada sebanyak 5000 ibu hamil hingga Desember 2020, maka kita akan lakukan rapid test terhadap mereka untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di klaster keluarga,” ujar Ketua Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanggulamgan COVID-19 Balikpapan, Rizal Effendi, Jumat (2/10/202

1. Ada 45 ibu hamil positif COVID-19 di Balikpapan

Perwakilan ibu hamil dan nifas (IDN Times /Hilmansyah)
Perwakilan ibu hamil dan nifas (IDN Times /Hilmansyah)

Rizal mengatakan, penderita COVID-19 di Kota Balikpapan berlangsung fluktuatif, dimana kerap terjadi penurunan dan juga terjadi kenaikan. Saat ini tercatat sebanyak ada 3.115 orang positif COVID, 191 orang dirawat di RS, 571 isolasi mandiri, 2.162 orang sembuh dan 191 orang meninggal dunia.

“Nah saat ini dari jumlah tersebut, sampai saat ini tercatat ada sebanyak 45 orang ibu hamil warga Kota Balikpapan, yang tekonfirmasi positif COVID-19,”ujar Rizal.

2. Wali Kota keluarkan SE untuk ibu hamil dan nifas

Kepala DKK Balikpapan, Andy Sri Juliarty. (IDN Times /Hilmansyah)
Kepala DKK Balikpapan, Andy Sri Juliarty. (IDN Times /Hilmansyah)

Dalam rangka mengeurangi berkembangnya COVID-19 di klaster keluarga, maka Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengeluarkan Surat Edaran NO. 440/ 0388/ Dinkes tentang pedoman pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir pada era adaptasi kebiasaan baru di Kota Balikpapan.

“Salah satu inti dari surat edaran ini dimana Pemkot Balikpapan mewajibakan untuk dilakukannya rapi test terhadai ibu hamil, minimal 2 minggu sebelum taksiran tanggal kelahiran,” ujar Kepala DKK Balikpapan, Andy Sri Juliarty.

3. Perlu pendampingan psikolog

Spesialis Kandungan RSKD Balikpapan, dr Ketut Rama SpOG (IDN Times/Hilmansyah)
Spesialis Kandungan RSKD Balikpapan, dr Ketut Rama SpOG (IDN Times/Hilmansyah)

Spesialis Kandungan RSKD (Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo) Balikpapan, dr Ketut Rama SpOG mengatakan, hingga September ini pihaknya menangani 24 kasus ibu hamil terpapar COVID-19. Dan sampai hari ini merawat 12 kasus dan satu kasus dipulangkan karena dua kali hasil swab negative.

“Kami mengusulkan agar kasus COVID-19 bagi ibu hamil perlu didampingi psikolog mengingat sangat berpengaruh pada psikis ibu hamil. Dan bukan hanya ibu hamil tapi suami dan keluarga juga harus di-treat dengan baik,” ujarnya. 

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anjas Pratama
EditorAnjas Pratama

Latest News Kalimantan Timur

See More

Ingin Lebih Unggul setelah Lulus? Lakukan 5 Hal Ini selama Kuliah

17 Jun 2026, 22:15 WIBNews