Balikpapan, IDN Times - WHO dan Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu telah menyatakan tidak merekomendasikan penggunaan bilik disinfeksi guna mencegah penularan COVID-19, karena bisa berdampak negatif jika terkena tubuh manusia.
Pemerintah Kota Balikpapan pun berencana mengevaluasi keberadaan bilik desinfeksi yang marak dipergunakan di sejumlah fasilitas umum di Kota Minyak ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr. Andi Sri Juliaty atau yang akrab disapa Dio mengatakan keberadaan bilik disinfeksi dinilai membahayakan bagi kesehatan masyarakat apabila dipergunakan secara terus menerus.
“Yah, kita akan evaluasi keberadaan bilik desinfektan yang ada, karena kalau dipergunakan secara terus menerus tidak baik untuk kesehatan. Kalau sekali-sekali tidak apa-apa,” kata Dio kepada wartawan di Halaman Kantor Wali Kota Balikpapan.
