Kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan mulus. Konflik dengan pasangan, masalah ekonomi hingga tekanan pekerjaan bisa menjadi beban pikiran orang tua. Dalam kondisi seperti ini, orang tua tentu membutuhkan tempat untuk berbagi cerita.
Namun, tidak sedikit orang tua yang justru menjadikan anak sebagai tempat mencurahkan masalah pribadi. Padahal, meski komunikasi terbuka dengan anak penting, tidak semua persoalan orang dewasa perlu mereka ketahui.
Terlalu sering melibatkan anak dalam masalah orang dewasa bahkan dapat memicu parentifikasi, yaitu kondisi ketika anak terdorong mengambil peran atau tanggung jawab yang seharusnya menjadi bagian orang dewasa. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat membuat anak merasa terbebani secara emosional dan kehilangan kesempatan menikmati masa kanak-kanaknya.
Karena itu, orang tua perlu lebih bijak memilih cerita yang dibagikan kepada anak. Berikut lima topik yang sebaiknya tidak dijadikan bahan curhat.
