Karhutla Kalbar Mengancam, Asap Pekat Ketapang Hambat Water Bombing

- Sekitar 38 ribu hektare lahan terdampak karhutla di Kalimantan Barat sejak awal tahun, dengan lebih dari separuh area telah ditangani tim gabungan di lapangan.
- Jumlah titik panas turun dari lebih 2.000 menjadi sekitar 157 titik, tetapi berpotensi meningkat cepat akibat angin dan aktivitas pembakaran lahan.
- Pemadaman darat, udara, water bombing, dan TMC terus diupayakan; Ketapang mendapat perhatian khusus karena asap pekat sempat menghambat operasi udara.
Kubu Raya, IDN Times - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) terus menunjukkan progres. Dari total sekitar 38 ribu hektare area yang terdampak kebakaran sejak awal tahun, lebih dari separuhnya kini telah mendapatkan penanganan di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kalbar, Ridwan mengatakan penanganan dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan di berbagai wilayah yang terdampak karhutla.
“Kalau dari 38.000 hektare itu sudah lebih dari separuh yang ditangani,” kata Ridwan, Rabu (2/9/2026).
1. Lahan terbakar sudah setengah berhasil ditangani

Suasana karhutla di Kalbar. (IDN Times/adpim). Menurutnya, data luasan lahan terbakar sekaligus menunjukkan adanya upaya penanganan di lokasi. Sebab, suatu area dapat didata sebagai wilayah terdampak kebakaran setelah dilakukan pemantauan dan penanganan oleh petugas di lapangan.
“Jika suatu lokasi sudah bisa didata sebagai area terbakar, berarti telah ada penanganan yang dilakukan di lapangan,” jelasnya.
Meski lebih dari separuh area telah ditangani, operasi pemadaman masih terus dilakukan mengingat titik panas masih muncul di sejumlah wilayah Kalbar.
2. Titik panas alami penurunan signifikan

Gubernur Kalbar, Ria Norsan meninjau lokasi karhutla. (IDN Times/Adpim). Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengatakan jumlah titik panas saat ini telah mengalami penurunan signifikan. Sebelumnya, titik panas sempat mencapai lebih dari 2.000 titik, sedangkan kini berada di kisaran 157 titik.
“Titik api semakin menurun. Dari yang sebelumnya lebih dari 2.000 titik, sekarang sekitar 157 titik,” kata Norsan saat meninjau lokasi kebakaran lahan di Sekunder C, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (2/9/2026).
Namun, Norsan mengingatkan kondisi tersebut masih sangat dinamis. Jumlah titik panas dapat kembali meningkat dalam waktu singkat, terutama ketika kondisi cuaca mendukung penyebaran api dan masih terdapat aktivitas pembakaran lahan.
“Dalam waktu dua jam saja titik api bisa naik sampai 1.000 titik. Selain faktor angin, banyaknya masyarakat yang masih membakar lahan juga menjadi penyebab munculnya titik api baru,” ujarnya.
Untuk mempercepat penanganan, Pemprov Kalbar bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat terus mengoptimalkan pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara.
3. TMC terus diupayakan

Relawan padamkan karhutla di Kalbar. (IDN Times/Adpim). Operasi water bombing dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga terus diupayakan. Namun, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca sangat bergantung pada keberadaan awan potensial yang dapat digunakan untuk penyemaian.
“OMC atau TMC tergantung pada bibit awan. Kalau tidak ada awan, tidak bisa dilakukan penyemaian. Berdasarkan perkiraan BMKG, mudah-mudahan pada 3 hingga 9 September ada peluang hujan,” ujar Norsan.
Sementara itu, Kabupaten Ketapang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena masih terdapat titik api dengan kepulan asap cukup tebal.
Kondisi asap bahkan sempat menghambat pelaksanaan water bombing karena jarak pandang dari udara tidak memungkinkan operasi dilakukan secara optimal.
“Yang paling parah sekarang titik api di Ketapang. Kemarin water bombing tidak bisa dilakukan karena asap sangat pekat. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa dilakukan,” katanya.
Norsan meminta seluruh unsur yang terlibat terus memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla dapat dipercepat. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.



















![[QUIZ] Masih Sering Membandingkan Diri? Kuis Ini Ungkap Dampaknya!](https://image.idntimes.com/post/20251019/pexels-mecriboom-ph-722715507-18786886_67fa31c3-e387-4069-b487-13eedfe6033b.jpg)
