Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Isu Pencegahan Kekerasan Anak Warnai Debat Kedua Pilgub Kalbar
Debat Publik Kedua Pilgub Kalbar di Singkawang. (IDN Times/istimewa).

Pontianak, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Debat Publik Kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2024 di Hotel Swiss Belinn, Singkawang, pada Selasa (5/11/2024). Salah satu topik yang mendapat perhatian dalam debat ini adalah upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di wilayah Kalimantan Barat.

Setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur menyampaikan pandangan mereka mengenai program pencegahan kekerasan terhadap anak, sebuah isu yang masih sering terjadi di daerah ini.

1. Orang tua hingga guru wajib menjaga anak

Calon Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 3, Jakius Sinyor. (IDN Times/istimewa).

Calon Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 3, Jakius Sinyor, menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Menurutnya, tanggung jawab ini harus dijalankan bersama, dimulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah.

“Mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa, perlindungan terhadap anak sudah diatur dalam peraturan. Pemerintah bertugas membuat kebijakan yang memisahkan anak dari segala bentuk kekerasan,” ujar Jakius.

Ia menambahkan bahwa guru dan orang tua harus aktif melindungi anak-anak, terutama yang masih berada dalam usia sekolah, untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan mereka.

2. Bangun sekolah dan berikan sekolah gratis

Calon Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 1, Didi Haryono. (IDN Times/istimewa).

Pasangan calon nomor urut 1 juga memberikan tanggapan terkait isu tersebut. Calon Wakil Gubernur Didi Haryono menyatakan komitmen mereka untuk membangun sekolah baru dan menyediakan pendidikan gratis sebagai salah satu langkah mencegah kekerasan terhadap anak.

“Kami berencana membangun 43 sekolah baru dan merevitalisasi 26 sekolah yang sudah ada, serta memberikan pendidikan gratis,” ungkap Didi.

Ia menambahkan, pihaknya juga berkomitmen untuk mendukung pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kalbar, baik di tingkat SMK maupun SMA Negeri.

3. Dorong Dinas Pendidikan berikan edukasi

Calon Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Krisantus Kurniawan. (IDN Times/istimewa).

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur nomor urut 2, Krisantus Kurniawan, menyoroti pentingnya peran dinas pendidikan dalam memberikan edukasi kepada anak dan guru. Menurutnya, kekerasan terhadap anak bisa terjadi di mana saja, baik di jalan, sekolah, maupun di rumah.

“Kami akan mendorong dinas pendidikan untuk meningkatkan edukasi pada anak-anak dan guru. Tanggung jawab guru di sekolah adalah memberikan edukasi yang baik,” kata Krisantus.

Ia menambahkan bahwa, di era media sosial yang pesat saat ini, perlu ada upaya serius untuk menangkal konten kekerasan yang dapat diakses oleh anak-anak. Krisantus juga menekankan pentingnya meningkatkan edukasi pada guru agar lebih sigap dalam menangani isu-isu ini.

Debat publik ini memberikan gambaran tentang berbagai program dan komitmen dari para kandidat terkait perlindungan anak di Kalimantan Barat, yang diharapkan dapat memberikan perubahan nyata demi menciptakan lingkungan aman bagi anak-anak di provinsi ini.

Editorial Team

Related Article