Tidak semua luka pada anak tampak secara fisik. Sebagian justru tumbuh perlahan melalui pola asuh sehari-hari—mulai dari kata-kata yang meremehkan, tuntutan berlebihan, kurangnya kehadiran emosional, hingga respons yang tidak peka terhadap perasaan anak. Luka ini kerap tersembunyi di balik sikap anak yang terlihat “baik-baik saja”.
Dalam kajian psikologi perkembangan, pengalaman emosional di masa kanak-kanak berperan besar dalam membentuk cara anak memandang diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya. Jika tidak dikenali sejak dini, luka emosional dapat terbawa hingga remaja bahkan dewasa.
Berikut lima tanda yang dapat mengindikasikan anak menyimpan luka emosional akibat pola asuh:
