Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jejak Prof Madyan: Dari Kalimantan hingga Bawa UNAIR Meroket Global!
Rektor Unair, Prof M Madyan saat mengumumkan soal UTBK SNBT Unair. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Muhammad Madyan, kelahiran Martapura 1971, menjadi Rektor Universitas Airlangga periode 2025–2030 dengan latar pendidikan ekonomi, Master of Finance dari University of Wollongong, dan doktor Management Science.
  • Madyan meniti karier di UNAIR dari dosen FEB, Sekretaris Senat FEB pada 2007–2009, hingga Wakil Rektor II periode 2020–2025; ia menerima Satyalancana Karya Satya X pada 2014.
  • Madyan bertugas memperkuat pendidikan, riset, tata kelola sumber daya, dan reputasi internasional UNAIR yang berada di peringkat 276 dunia serta ketiga Indonesia dalam QS World University Rankings 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perjalanan menuju puncak kepemimpinan perguruan tinggi tidak dibangun dalam semalam. Hal itu tercermin dari perjalanan karier Muhammad Madyan, yang dipercaya menjadi Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) periode 2025–2030.

Berbekal pengalaman panjang di dunia akademik serta keahlian di bidang manajemen dan keuangan, Madyan kini memimpin salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Perjalanan kariernya memperlihatkan bagaimana pendidikan, pengalaman, dan konsistensi dapat menjadi bekal penting dalam membangun kepemimpinan.

Lahir di Martapura, Kalimantan Selatan, pada 4 Januari 1971, Madyan menempuh pendidikan menengah di SMAN 12 Jakarta Timur dan lulus pada 1991. Ketertarikannya terhadap bidang ekonomi kemudian membawanya menekuni pendidikan tinggi hingga meraih sejumlah gelar akademik.

1. Pendidikan tinggi di Australia

Pelantikan Rektor Unair, Prof Dr M Madyan, Selasa (17/6/2025). (IDN Times/Khusnul Hasana)

Keinginan untuk memperdalam ilmu ekonomi dan keuangan mendorong Madyan melanjutkan studi ke Australia. Ia meraih gelar Master of Finance dari University of Wollongong.

Perjalanan akademiknya berlanjut ketika ia menempuh pendidikan doktoral di bidang Management Science di Universitas Brawijaya, Malang, pada 2009.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bekal bagi Madyan dalam mengembangkan keahlian di bidang manajemen dan keuangan. Kemampuan analitis yang diperolehnya juga relevan dengan berbagai tantangan pengelolaan perguruan tinggi, mulai dari tata kelola sumber daya hingga penguatan kualitas akademik.

2. Meniti karier dari dosen hingga wakil rektor

Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE, M.Si., M.Fin.(Sumber: Manajemen - Rektor UNAIR - Website Resmi Universitas Airlangga https://share.google/KWrCObaxPTKwONlbg)

Sebelum dipercaya memimpin UNAIR, Madyan telah membangun karier panjang di lingkungan kampus tersebut. Ia mengawali kiprahnya sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR.

Pengalamannya di bidang akademik kemudian berkembang ke ranah manajerial. Pada 2007–2009, ia dipercaya menjabat Sekretaris Senat FEB UNAIR.

Kariernya berlanjut ketika ia mendapat amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya atau Wakil Rektor II untuk periode 2020–2025. Posisi tersebut memberinya pengalaman dalam mengelola sumber daya universitas untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan kampus.

Dedikasinya di sektor pendidikan juga mendapat pengakuan melalui penganugerahan Satyalancana Karya Satya X oleh Presiden Republik Indonesia pada 2014.

Pengalaman akademik dan manajerial itu menjadi bagian dari perjalanan Madyan sebelum dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan UNAIR untuk periode 2025–2030.

3. Membawa Unair bersaing ke tingkat global

Potret kampus Universitas Airlangga (UNAIR). (unair.ac.id)

Sebagai rektor, Madyan menghadapi tantangan untuk memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan reputasi internasional UNAIR. Persaingan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga produktivitas riset, jejaring kolaborasi, serta kemampuan membangun lingkungan akademik yang kompetitif.

Dalam pemeringkatan QS World University Rankings 2027, UNAIR tercatat berada di peringkat ke-276 dunia dan posisi ketiga di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator posisi UNAIR dalam persaingan pendidikan tinggi global. Namun, peningkatan reputasi universitas merupakan hasil dari berbagai faktor, termasuk kontribusi dosen, mahasiswa, peneliti, tenaga kependidikan, serta kebijakan institusi yang dijalankan secara berkelanjutan.

Pengalaman Madyan di bidang manajemen dan keuangan menjadi salah satu modal dalam mengarahkan pengelolaan universitas. Tantangannya adalah memastikan tata kelola sumber daya berjalan efektif sekaligus mendukung peningkatan mutu akademik dan riset.

Perjalanan Madyan dari Martapura hingga menjadi Rektor UNAIR menunjukkan bahwa kepemimpinan akademik dibangun melalui proses panjang. Pendidikan, pengalaman mengajar, dan tanggung jawab manajerial menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya ke posisi tersebut.

Kini, dengan masa jabatan hingga 2030, Madyan memikul tanggung jawab untuk menjaga capaian UNAIR sekaligus memperkuat daya saingnya di tingkat nasional maupun internasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article