Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kabut Asap Ganggu Aktivitas di Balikpapan, BPBD: Asap Kiriman

Kabut Asap Ganggu Aktivitas di Balikpapan, BPBD: Asap Kiriman
Istimewa
Share Article

Balikpapan, IDN TimesKabut asap menyelimuti Balikpapan, Selasa (10/9) pagi. Hal ini membuat sebagian aktivitas warga Kota Minyak terganggu.

Pantauan IDN Times, munculnya asap tebal ini terjadi sejak pukul 05.00 Wita. Hampir seluruh kawasan di Balikpapan diselimuti asap, seperti di Teluk Balikpapan dan Balikpapan Kota. Asap baru mulai menghilang sekira pukul 09.00.

1. Asap ganggu aktivitas melaut dan kesehatan

IDN Times/Surya Aditya
IDN Times/Surya Aditya

Salah seorang motoris speedboat di Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat, Kamaruddin mengatakan, kondisi kabut asap ini sangat menggangu aktivitasnya. Sebab, akibat kemunculan asap tersebut, ia terpaksa menunda pekerjannya mengantar penumpang menggunakan speedboat.

“Bisa berbahaya bagi motoris seperti saya kalau dipaksakan melaut, begitu juga dengan penumpangnya,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan penumpang speedboat, Hamid. Menurutnya, selain mengganggu aktivitas, asap tebal juga berbahaya untuk kesehatan.

Jika terlalu banyak menghirup asap, kata dia, bisa menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Bahaya Mas, bisa mengganggu pernafasan kalau kabutnya tebal terus,” tutur Hamid.

2. BPBD pastikan asap bukan berasal dari Balikpapan

IDN Times/Maulana
IDN Times/Maulana

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Suseno mengatakan, kemunculan asap ini bukan bersumber dari Balikpapan. Dia menduga, asap yang menyelimuti Balikpapan berasal dari daerah lain. “Ya, asap kiriman itu,” katanya.

Dugaan ini turut diperkuat hasil pemeriksaan pihaknya di lapangan. Suseno memastikan, saat munculnya kabut asap, tak ada ditemukan titik hotspot di Balikpapan. “Sudah kami cek, enggak ada titik hotspot. Jadi kemungkinan dari daerah tetangga,” tandasnya.

3. Citra Sebaran Asap BMKG

satelit.bmkg.go.id
satelit.bmkg.go.id

Sementara dari laman satelit.bmkg.go.id hingga 10 September 2019 pukul 13.00 WIB, terlihat asap terdeteksi di kawasan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

BMKG juga mencatat untuk Kalimantan Timur sebaran hotspot ada di Kabupaten Berau sebanyak 23 hotspot, di Kabupaten Kutai Barat ada 19 hotspot, sementara di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat 9 hotspot.

Kabupaten Kutai Timur 21 hotspot, Kabupaten Mahakam Ulu 24 hotspot, Kabupaten Paser 34 hotspot, Kabupaten Panajam Paser Utara terdapat 3 hotspot. Kota Samarinda 1 hotspot dan Kabupaten Kutai Barat terdapat 1 hotspot. Total terdapat 135 hotspot atau titik panas di Provinsi Kaltim.

Meskipun di Balikpapan tidak terdapat titik panas namun karena berdekatan dengan wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maka asapnya pun terbawa sampai ke Kota Minyak ini. Sekolah-sekolah pun telah mengimbau para murid untuk mengenakan masker di sekolah.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mela Hapsari
EditorMela Hapsari

Latest News Kalimantan Timur

See More

Depresi hingga Skizofrenia, Kenali Gejala Gangguan Mental sebelum Terlambat

29 Jun 2026, 09:00 WIBNews