Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kaltim Pasang Target Besar: Cetak Dokter Spesialis dari Putra Daerah

Kota Samarinda
Kaltim Pasang Target Besar: Cetak Dokter Spesialis dari Putra Daerah
Ilustrasi dokter sedang memeriksa amandel
  • Pemprov Kaltim mendorong IDI memperkuat pemerataan layanan kesehatan dan jejaring fasilitas medis, agar pembangunan IKN tidak memperlebar kesenjangan akses dokter spesialis di wilayah terpencil.
  • Melalui Gratispol Pendidikan, Kaltim menargetkan kemandirian kebutuhan dokter spesialis dalam lima tahun dengan membiayai pendidikan hingga jenjang spesialis bagi putra-putri daerah.
  • Gratispol Kesehatan memperluas akses layanan dasar melalui JKN dan Jamkesda; IDI diharapkan mendukung edukasi, skrining, deteksi dini, serta peningkatan mutu layanan primer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Samarinda, IDN Times - Kalimantan Timur tidak ingin pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hanya melahirkan kemajuan di kawasan ibu kota baru. Kehadiran IKN diharapkan turut menjadi penggerak peningkatan kualitas layanan kesehatan hingga ke pelosok Benua Etam.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mendorong Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kaltim mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan kesehatan daerah. Terutama terkait keterbatasan dokter dan dokter spesialis serta ketimpangan akses layanan kesehatan.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat menghadiri pelantikan Pengurus IDI Wilayah Kaltim Masa Bakti 2025–2028 di IKN, Sabtu (29/8/2026).

  1. 1. Pembenahan layanan kesehatan di Kaltim

    Rudy menilai kehadiran IKN merupakan momentum penting untuk membenahi kapasitas layanan kesehatan Kaltim secara menyeluruh. Menurutnya, pembangunan ibu kota baru tidak boleh justru menciptakan kesenjangan antara kawasan pusat pertumbuhan dan daerah lain di Kaltim.

    “IKN harus menjadi momentum yang turut mengangkat kualitas kesehatan masyarakat Kalimantan Timur,” tegas Rudy dalam akun IG Pemprov Kaltim.

    Tantangan pemerataan layanan kesehatan di Kaltim masih cukup besar. Dengan wilayah yang luas dan kondisi geografis yang beragam, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan belum sepenuhnya merata.

    Ketersediaan tenaga medis, terutama dokter spesialis, juga masih menjadi pekerjaan rumah. Karena itu, IDI didorong memperkuat jejaring rumah sakit dan fasilitas kesehatan, meningkatkan kompetensi tenaga medis, serta memastikan pelayanan tidak hanya terpusat di kota-kota besar.

  2. 2. Mencetak lulusan dokter spesialis

    542309906_18381481375134196_7167410050995692376_n.jpg
    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Dok. Pemprov Kaltim)

    Upaya memperkuat kemandirian kesehatan Kaltim juga diarahkan melalui sektor pendidikan. Pemprov Kaltim menjadikan program Gratispol Pendidikan sebagai salah satu instrumen untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) kesehatan dari daerah sendiri.

    Program tersebut membuka kesempatan pendidikan hingga jenjang S1, S2, dan S3, termasuk pendidikan kedokteran dan dokter spesialis.

    Dalam lima tahun ke depan, Kaltim menargetkan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis. Artinya, persoalan kekurangan tenaga medis tidak hanya diatasi dengan mendatangkan dokter dari luar daerah, tetapi juga melalui pencetakan dokter-dokter baru dari putra-putri Kaltim.

    Pada titik ini, IDI diharapkan tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi, tetapi juga menjadi mentor bagi calon dokter maupun peserta pendidikan dokter spesialis.

    “Mandiri” menjadi kata kunci dalam strategi tersebut. Semakin banyak tenaga medis yang lahir dari Kaltim, semakin besar pula peluang daerah memenuhi kebutuhan layanan kesehatan secara berkelanjutan.

  3. 3. Penyelenggaraan Program Gratispol Kesehatan

    Mobil ambulans yang membawa An, korban tenggelam karena banjir di Samarinda ke rumah sakit Jalan DI Panjaitan (IDN Times/Yuda Almerio)
    Ilustrasi layanan kesehatan dan ambulans di Samarinda ke rumah sakit Jalan DI Panjaitan (IDN Times/Yuda Almerio)

    Selain sektor pendidikan, Pemprov Kaltim juga mengandalkan program Gratispol Kesehatan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan dukungan Jamkesda pada fasilitas kesehatan yang telah ditetapkan.

    Program tersebut membutuhkan keterlibatan dokter secara langsung. IDI diharapkan ikut memperkuat sosialisasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat, termasuk mendorong skrining, deteksi dini penyakit, serta peningkatan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

    Dengan sinergi antara pemerintah, IDI, fasilitas kesehatan, dan tenaga medis, pembangunan IKN diharapkan tidak hanya menciptakan pusat pertumbuhan baru, tetapi juga membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di seluruh Kaltim.

    Turut hadir dalam pelantikan tersebut Anggota Komisi VI DPR RI Sarifah Suraidah Harum dan Deputi Otorita IKN Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Alimuddin.

    IDI Wilayah Kaltim Masa Bakti 2025–2028 dipimpin Mansyah sebagai ketua, dengan H Andi Sofyan Hasdam sebagai Ketua Dewan Pakar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More