Biar Nggak Makin Insecure, Ini 5 Cara Jitu Mengatasi Rasa Iri

- Kenali pemicu rasa iri, seperti kurang percaya diri atau takut tertinggal, agar perasaan tersebut lebih mudah dikelola dan tidak terpaku pada kehidupan orang lain.
- Fokus pada perjalanan pribadi dengan menghentikan kebiasaan membandingkan diri, mencatat pencapaian, serta memilih lingkungan pertemanan yang suportif dan mendorong perkembangan.
- Alihkan iri menjadi energi positif melalui rasa syukur atas hal yang dimiliki dan menjadikan keberhasilan orang lain sebagai inspirasi untuk menyusun tujuan nyata.
Banjarmasin punya banyak kuliner khas dengan cita rasa yang kuat. Salah satunya ikan asin telang asam manis, atau yang dalam bahasa Banjar dikenal sebagai iwak karing telang.
Hidangan ini memadukan rasa asin, asam, manis, pedas, dan gurih dalam satu sajian. Tak heran, ikan asin telang asam manis menjadi salah satu menu yang cukup mudah ditemukan di warung makan di Banjarmasin dan sekitarnya.
Bagi kamu yang berada di luar Kalimantan Selatan dan penasaran dengan rasanya, tak perlu jauh-jauh datang ke Banjarmasin. Menu ini juga cukup mudah dibuat sendiri di rumah.
Berikut resep ikan asin telang asam manis khas Banjarmasin yang bisa kamu coba.
1. Penyebab iri hati

Seorang gadis yang sedang iri hati dengan orang lain melalui media sosial. sumber: pexels Ketika mulai merasa iri, cobalah berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri, “Mengapa saya merasa seperti ini?”
Kenali hal yang menjadi pemicu, baik karena merasa kurang percaya diri, takut tertinggal, maupun memiliki kekhawatiran tertentu. Dengan memahami penyebabnya, kamu akan lebih mudah mengelola perasaan tersebut.
Ingat, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kehidupan yang terlihat sempurna dari luar belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya.
2. Berhenti membandingkan diri

ilustrasi sahabat yang iri hati (unsplash.com/Kinga Howard) Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain justru dapat membuat rasa iri semakin kuat. Karena itu, cobalah fokus pada perjalanan dan perkembangan diri sendiri.
Kamu bisa mulai dengan mencatat berbagai pencapaian yang pernah diraih, sekecil apa pun. Cara sederhana ini dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus menyadarkan bahwa kamu juga memiliki banyak hal yang patut diapresiasi.
3. Pilih pertemanan yang positif

ilustrasi iri hati (freepik.com/master1305) Lingkungan sekitar turut memengaruhi cara seseorang melihat dirinya sendiri. Karena itu, penting untuk berada di antara orang-orang yang suportif dan mampu memberikan motivasi.
Pilih teman yang dapat diajak bertukar cerita, saling memberikan dukungan, dan mendorong satu sama lain untuk berkembang. Lingkungan yang positif dapat membantu mengurangi kebiasaan membandingkan diri secara berlebihan.
4. Bersyukur atas kenikmatan yang ada

ilustrasi iri hati (pexels.com/Josue Feijoo) Daripada terus memikirkan sesuatu yang belum dimiliki, cobalah mengingat berbagai hal baik yang sudah ada dalam hidup.
Rasa syukur bisa dimulai dari hal sederhana, seperti kesehatan, keluarga, pekerjaan, pertemanan, hingga kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Dengan membiasakan diri bersyukur, perhatian akan perlahan beralih dari kekurangan kepada hal-hal positif yang sudah dimiliki.
5. Terinspirasi keberhasilan orang lain

ilustrasi merasa iri hati (pexels.com/Sachith Ravishka Kodikara) Keberhasilan orang lain tidak harus menjadi alasan untuk merasa rendah diri. Sebaliknya, pencapaian mereka bisa dijadikan inspirasi untuk berkembang.
Jika ada seseorang yang membuatmu merasa iri karena berhasil mencapai sesuatu, coba jadikan pencapaiannya sebagai motivasi. Tentukan tujuan yang ingin dicapai, kemudian susun langkah nyata untuk mewujudkannya.
Dengan begitu, rasa iri dapat berubah menjadi energi positif untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Rasa iri memang manusiawi, tetapi bukan berarti harus dibiarkan menguasai pikiran. Daripada menghabiskan energi untuk membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik gunakan energi tersebut untuk belajar, berkembang, dan menghargai perjalanan diri sendiri.
Mulailah menerima kekurangan, menghargai pencapaian, memperbanyak rasa syukur, dan menjadikan keberhasilan orang lain sebagai inspirasi.
Stop membandingkan, mulai berkembang. Karena setiap orang punya waktunya masing-masing untuk bersinar.









![[QUIZ] Kalau Lagi Sendiri, Apa yang Ada di Pikiranmu? Cek Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20260819/pexels-cottonbro-6951522_161f5172-8822-4531-8cdf-15de66f32f5f.jpg)










