Wagub Seno Aji: Kolaborasi Antardaerah Kunci Percepatan Pembangunan

- Wagub Kaltim Seno Aji menekankan kolaborasi provinsi serta kabupaten/kota penting untuk menyelaraskan program, mempercepat pemerataan pembangunan, dan mengembangkan potensi unggulan daerah.
- Seno Aji mengingatkan pengembangan daerah harus tetap memprioritaskan pelayanan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, agar manfaat pembangunan dan ekonomi dirasakan lebih luas.
- Wamendagri Bima Arya meminta kepala daerah mendukung program nasional, memetakan sektor unggulan secara tepat, serta memanfaatkan expo untuk investasi dan kerja sama antarwilayah.
Samarinda, IDN Times - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.
Hal itu disampaikan Seno Aji saat menghadiri pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2026 di Nusantara Convention Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).
Menurut Seno Aji, kolaborasi antarpemerintah daerah diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan selaras dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
1. Kerjasama antardaerah jadi arahan pemerintah
Ia menyebut arahan tersebut juga sejalan dengan pesan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Membangun daerah diperlukan kolaborasi tanpa sekat dan tanpa batas di dalamnya. Sehingga, apa yang diprogramkan didukung bersama,” kata Seno Aji dalam akun IG Pemprov Kaltim.
Seno Aji berharap kolaborasi tersebut tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga mendorong setiap daerah mengembangkan potensi unggulannya. Dengan dukungan bersama, potensi daerah diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Ia juga mengingatkan agar peningkatan pembangunan dan pengembangan potensi daerah tetap diiringi dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kita harapkan pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas utama bersama-sama,” ujarnya.
2. Kolaborasi di antara pusat dan daerah

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendukung penguatan sistem penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah melalui integrasi sistem. (Dok. Kemendagri) Sementara itu, Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2026 mengatakan kepala daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan amanat pemerintah pusat, termasuk mendukung berbagai program prioritas nasional.
“Kolaborasi antar kepala daerah sangat diperlukan,” kata Bima Arya.
Selain memperkuat kolaborasi, Bima Arya mendorong pemerintah daerah untuk memetakan potensi unggulan secara tepat. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap daerah dapat menentukan sektor yang paling potensial untuk dikembangkan dan memberikan manfaat ekonomi.
3. Optimalisasi ajang pameran daerah

Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi, menandatangani memorandum keadilan fiskal di Flores Timur bersama para bupati di NTT. (Dok APKASI) Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan berbagai ajang pameran daerah, termasuk expo, untuk mendorong realisasi investasi dan memperluas peluang kerja sama antarwilayah.
Apkasi Otonomi Expo 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Gubernur Banten, Ketua Umum Apkasi sekaligus Bupati Lahat Bursah Zarnubi, sejumlah pengurus Apkasi, Bupati Berau, Bupati Penajam Paser Utara (PPU), serta para bupati dari berbagai daerah di Indonesia.















