Lahan Kering Terbakar di Sungai Andai, Petugas Berpacu Jinakkan Api

- Kebakaran lahan terjadi di Kampung Biuku, Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Jumat sekitar pukul 12.10 Wita; petugas berupaya mencegah api merembet ke permukiman.
- Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, pemadam, dan relawan memadamkan api secara manual karena lokasi sulit dijangkau kendaraan, dengan dukungan dua truk tangki, alkon, serta tandon air.
- Lahan kering membuat bara berpotensi menyala kembali, sehingga penyisiran dan pendinginan dilanjutkan; warga diminta tidak membakar lahan, melapor titik api, dan memakai masker.
Banjarmasin, IDN Times - Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Kampung Biuku, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat. Upaya pemadaman dilakukan untuk mencegah api meluas ke permukiman warga.
Api mulai terlihat sekitar pukul 12.10 Wita, menjelang pelaksanaan Salat Jumat. Kepulan asap putih membumbung dari kawasan lahan yang kering dan dipenuhi ranting, kayu, serta ilalang.
1. Penanganan titik kebakaran karhutla

Ilustrasi karhutla di Desa Pengalaman Kec Marapura Barat Kabupaten Banjar, Jumat (21/8/2026). Foto KLHK Kepala BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin mengatakan, petugas langsung disiagakan untuk mempercepat penanganan titik api sekaligus mengantisipasi kebakaran meluas akibat cuaca panas dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar.
“Kami sudah siagakan personel dan peralatan di beberapa titik rawan. Mohon warga ikut membantu memantau dan segera melapor jika melihat titik api,” ujar Husni dilaporkan Antara.
Petugas gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan relawan langsung menuju lokasi setelah api terdeteksi. Proses pemadaman dilakukan secara manual dengan menarik selang menuju titik api karena lokasi kebakaran sulit dijangkau kendaraan pemadam.
2. Pasokan air disiapkan untuk memadamkan api

Ilustrasi karhutla di Desa Pengalaman Kec Marapura Barat Kabupaten Banjar, Jumat (21/8/2026). Foto KLHK Dua unit truk tangki air milik Pemerintah Kota Banjarmasin turut dikerahkan untuk memastikan pasokan air selama proses pemadaman.
Petugas juga menggunakan mesin alkon dan tandon air untuk mempercepat penyemprotan ke sejumlah titik yang masih terbakar. Langkah ini dilakukan untuk memutus potensi rambatan api melalui vegetasi kering.
Kondisi lahan yang kering menjadi tantangan tersendiri. Bara api berpotensi kembali menyala meski kobaran utama telah berhasil dikendalikan. Karena itu, petugas melanjutkan penyisiran dan pendinginan di sekitar lokasi.
3. Penanganan secara cepat karhutla

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Kapolda dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (24/7). (dok. Pemprov Kalteng) Penanganan dilakukan secara cepat mengingat lokasi kebakaran berada tidak jauh dari aktivitas warga. Pencegahan perluasan api menjadi prioritas untuk melindungi permukiman dan keselamatan masyarakat.
Husni mengingatkan warga agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca panas dan kondisi vegetasi kering.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api. Warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran juga diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko terpapar asap.





![[QUIZ] Kalau Lagi Sendiri, Apa yang Ada di Pikiranmu? Cek Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20260819/pexels-cottonbro-6951522_161f5172-8822-4531-8cdf-15de66f32f5f.jpg)











