ilustrasi harga bahan pangan meningkat (Freepik.com/Freepik)
Ke depan, faktor cuaca perlu diwaspadai karena curah hujan yang tinggi dapat mengganggu pasokan pangan, terutama komoditas hortikultura seperti kangkung, bayam, dan sawi hijau. Selain itu, permintaan pada masa Nataru serta kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) diperkirakan akan mendorong konsumsi masyarakat.
Bank Indonesia Balikpapan bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan, PPU, dan Paser akan mengintensifkan upaya pengendalian inflasi. “Kami akan memperkuat sinergi melalui pelaksanaan high level meeting TPID, kerja sama antar-daerah, dan peningkatan efektivitas toko penyeimbang, serta mengadakan operasi pasar dan gelar pangan murah secara intensif menjelang Nataru,” ujar Robi.
Melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2024, Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga inflasi daerah agar tetap pada target nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Gerakan Tanam Cabai oleh Tim Penggerak PKK dan masyarakat setempat.