Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus Deepfake AI di Untan Masuk Tahap Akhir, Rektor Tentukan Sanksi
Ilustrasi penipuan deepfake (Pexels.com/Kaique Rocha)

Pontianak, IDN Times - Penanganan kasus dugaan pembuatan konten deepfake bermuatan pornografi yang menyeret seorang mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA Universitas Tanjungpura (Untan) memasuki babak akhir.

Setelah melalui proses investigasi dan pemeriksaan yang cukup panjang, rekomendasi sanksi kini telah diserahkan kepada pimpinan universitas dan tinggal menunggu keputusan resmi Rektor Untan.

Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Untan, Emelya Kalsum, mengatakan seluruh tahapan penanganan kasus telah selesai dilakukan. Saat ini, kewenangan untuk menentukan sanksi berada sepenuhnya di tangan rektor.

“Rekomendasi Satgas sudah diserahkan ke Rektor. Nanti Rektor yang akan membuat surat keputusan atas rekomendasi sanksi tersebut,” ujar Emelya, Minggu (14/6/2026).

1. Tunggu SK rektor

Ilustrasi pelecehan/stigma sosial (sumber: Freepik)

Ia menjelaskan, rekomendasi yang diberikan merupakan hasil dari serangkaian pemeriksaan, pendalaman fakta, serta keterangan dari berbagai pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Namun, isi rekomendasi belum dapat dipublikasikan karena masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) Rektor.

Menurut Emelya, mekanisme penanganan kasus di lingkungan perguruan tinggi mengatur bahwa pimpinan kampus tidak dapat menjatuhkan sanksi yang lebih ringan dari rekomendasi Satgas.

2. Pelaku terbukti edit foto korban pakai AI

ilustrasi pelecehan

Sebaliknya, Rektor memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi yang lebih berat apabila dianggap perlu.

“Setelah SK keluar, baru akan diumumkan,” katanya.

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah sejumlah korban mengaku foto mereka dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan AI menjadi konten vulgar dan bermuatan pornografi tanpa persetujuan.

Korban disebut tidak hanya berasal dari lingkungan kampus Untan, tetapi juga teman-teman pelaku saat masih bersekolah di Singkawang hingga mahasiswa dari luar Kalimantan Barat.

3. Deepfake vulgar mahasiswa Untan jadi sorotan

Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Aditya Pratama)

Temuan tersebut membuat kasus ini mendapat perhatian luas karena dinilai menyangkut penyalahgunaan teknologi AI yang berdampak pada privasi dan martabat korban.

Saat ini, dengan rekomendasi sanksi yang telah berada di meja rektor, publik menantikan keputusan resmi Untan terkait nasib mahasiswa yang diduga menjadi pelaku dalam kasus yang mencoreng dunia pendidikan sekaligus menjadi peringatan akan bahaya penyalahgunaan teknologi digital.

Editorial Team

Related Article