Ilustrasi diskusi kampus (pexels.com/SHVETS production)
Sebagian anak bungsu mengaku masih mendapat campur tangan keluarga saat mengambil keputusan penting, seperti memilih jurusan kuliah, pekerjaan, hingga pasangan hidup.
Tidak sedikit yang akhirnya memilih mengikuti keinginan orang tua atau kakak dibandingkan mengejar cita-cita yang diinginkan. Kondisi ini dapat membuat mereka merasa kurang memiliki ruang untuk menentukan masa depan sendiri.
Posisi dalam urutan kelahiran memang dapat memengaruhi dinamika di dalam keluarga. Namun, setiap keluarga memiliki pola asuh dan pengalaman yang berbeda.
Karena itu, tidak semua anak bungsu hidup dalam kemanjaan, begitu pula tidak semuanya mengalami tekanan yang sama. Yang terpenting adalah setiap anak mendapatkan kesempatan untuk didengar, dihargai, serta memiliki ruang menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan hidupnya.
Jadi, jika selama ini ada anggapan bahwa menjadi anak bungsu selalu lebih mudah, kenyataannya tidak sesederhana itu. Di balik berbagai keistimewaan yang sering disematkan, ada pula tantangan yang mungkin tidak banyak diketahui orang.