Asrama Haji Embarkasi Balikpapan (IDN Times/Hilmansyah)
Melonjaknya kasus COVID-19 dari waktu ke waktu di Balikpapan semakin signifikan. Angka kematian akibat COVID-19 bahkan meningkat hingga 300 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty yang akrab disapa Dio mengatakan, "Untuk kasus terkonfirmasi positif kenaikan lebih dari 200 persen, dan kasus kematian pada bulan ini naik 300 persen," ujarnya.
Selain itu, penambahan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga membuat rumah sakit rujukan COVID-19 di Balikpapan hampir mencapai batas maksimal pasien. Pemerintah Kota Balikpapan pun telah meminta rumah sakit untuk menambah jumlah ruang isolasi.
Bahkan muncul wacana untuk membuat rumah sakit darurat. Meskipun demikian, prosesnya tidak mudah. Rumah sakit darurat ini direncanakan dibuat di Embarkasi Haji Balikpapan. Selain masalah perekrutan tenaga dokter dan perawat, izin juga mesti disiapkan.
"Tahapan rumah sakit darurat pertama bersurat ke gubernur, dan bersurat ke Kementerian Kesehatan. Jika Kemenkes memberi izin, maka pembiayaan pasien akan diberikan seperti rumah sakit lainnya. kalau Kemenkes tidak memberi izin maka pembiayaan akan ditanggung daerah," ujar Dio.