Balikpapan, IDN Times - Herlina, salah satu penyintas kanker payudara di Balikpapan, Kalimantan Timur menceritakan kisahnya berjuang melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Pada akhir 2016 silam, ibu tiga anak ini divonis menderita kanker payudara oleh dokter. Ia tak tahu kanker yang dia derita sudah memasuki stadium berapa.
“Yang pasti ganas dan harus segera dilakukan penanganan,” kenang dia.
Divonis kanker, nyali Herlina tak ciut. Sedari awal, Herlina sudah punya firasat benjolan yang tumbuh di payudara kirinya adalah kanker.
“Saya sudah menyiapkan diri. Jadi saya tidak kaget sama sekali,” ungkap dia.
Sejatinya, Herlina sudah merasakan ada benjolan di bagian payudaranya sejak 2007 silam. Namun, saat diperiksa, dokter menyebut benjolan tersebut kemungkinan timbul karena dia sedang menyusui.
“Kata dokter kemungkinan air susu yang mengkristal,” ucap Herlina.
Tahun demi tahun terus berlalu, hingga pada 2016, benjolan tersebut dia rasakan semakin membesar.
“Biasanya saya selalu memeriksa sendiri, namun saya waktu itu memang lupa. Setelah diperiksa sudah tumbuh dan ganas (kankernya),” katanya.
