Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari 109 Jadi 72 Desa, Pemprov Kaltim Kebut Pemerataan Listrik PLN

Kota Samarinda
Dari 109 Jadi 72 Desa, Pemprov Kaltim Kebut Pemerataan Listrik PLN
PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) memastikan keandalan pasokan listrik selama peluncuran serentak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Senin (21/7/2025). Foto PLN
Intinya Sih
  • Sebanyak 72 desa di Kalimantan Timur masih belum teraliri listrik PLN, turun dari 109 desa berdasarkan data yang telah diselaraskan Dinas ESDM Kaltim dan PLN.
  • Pemprov Kaltim bersama PLN menargetkan pembangunan jaringan untuk 36 desa pada 2026 dan 36 desa lainnya pada 2027, dengan batas penyelesaian paling lambat 2028.
  • Dinas ESDM Kaltim terus berkoordinasi dengan PLN agar pemerataan listrik memenuhi kebutuhan dasar, mendukung ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan, serta mengurangi kesenjangan layanan kota dan desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Samarinda, IDN Times - Sebanyak 72 desa di Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kini masih belum teraliri jaringan listrik PLN. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menargetkan seluruh desa tersebut mendapatkan akses listrik paling lambat pada 2028.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Bambang Arwanto mengatakan, jumlah desa yang belum teraliri listrik PLN mengalami penurunan dari sebelumnya 109 desa menjadi 72 desa.

“Jadi, saat ini terdapat 72 desa yang belum teraliri listrik PLN. Data Dinas ESDM dan PLN sudah selaras,” kata Bambang saat dikonfirmasi Tim Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setprov Kaltim di akun IG Pemprov Kaltim, Kamis (6/8/2026).

1. Target agar desa di Kaltim memperoleh aliran lisrik

Untuk mempercepat pemerataan akses listrik, Pemprov Kaltim bersama PLN menargetkan 36 desa mendapatkan jaringan listrik pada 2026.

Selanjutnya, pembangunan jaringan listrik akan dilanjutkan ke 36 desa lainnya pada 2027. Dengan demikian, seluruh desa yang saat ini belum teraliri listrik diharapkan dapat segera terhubung dengan jaringan PLN.

Bambang mengatakan, pemerataan akses listrik menjadi salah satu perhatian Pemprov Kaltim dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah perdesaan dan pelosok.

2. Pemenuhan kebutuhan dasar listrik

Ilustrasi jaringan listrik di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
Ilustrasi jaringan listrik di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Menurut dia, ketersediaan listrik yang andal tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Ditargetkan pada 2027. Jika ada penyesuaian waktu, paling lambat hingga 2028 seluruh desa di Kalimantan Timur sudah tersambung jaringan listrik PLN,” tegas Bambang.

3. Kolaborasi antara PT PLN Persero dan Dinas ESDM Kaltim

Kadis Tambang.jpeg
Kepala Dinas ESDM Kalimantan Timur Bambang Arwanto di Balikpapan, Rabu (10/6/2026). Foto istimewa

Pemprov Kaltim melalui Dinas ESDM terus berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pembangunan jaringan listrik berjalan sesuai target. Pemerintah berharap pemerataan akses listrik dapat memperkecil kesenjangan pelayanan dasar antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Kaltim.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More