Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kontak Erat dengan Orangtua, ODP Penajam Paser Utara Positif COVID-19
Jubir Pemkab PPU Terkait COVID-19, dr. Arnold Wayong didampingi Direktur RS, RAPB PPU, dr. Jansje Grace Makisurat menyampaikan rilis pers (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Penajam, IDN Times - Satu warga Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang semula berstatus orang dalam pengawasan (ODP), dinyatakan positif COVID-19. Sebelumnya, pasien kontak erat dengan ayahnya yang merupakan pasien positif COVID-19 di Balikpapan dan ibunya, yakni pasien dengan kode PPU 20.

“Pasien yang positif ini merupakan Pasien PPU 21 berjenis kelamin laki-laki, umur 25 tahun berdomisli di BTN Km 4 Nenang RT 10, Kecamatan Penajam dan merupakan anak kandung pertama ibu pasien PPU 20 serta ayahnya pasien Balikpapan 50. Dia terpapar karena ada kontak erat dengan ayah dan ibunya tersebut,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, dr. Arnold Wayong kepada IDN Times, Selasa (9/6) malam di Penajam.    

1. Hasil rapid test reaktif dan swab pasien positif COVID-19

Pasien Sembuh menerima surat keterangan sembuh COVID-19 dari Kepala Dinkes PPU, dr. Jansje Grace Makisurat (IDN Times/Ervan)

Ia menuturkan, pasien ini pertama kali dilakukan pemeriksaan rapid test pada 29 Mei dengan hasil reaktif dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab Real Time PCR pada 1 dan 2 Juni kemarin. Hasilnya diterima dari UPTD. Labkes Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Senin (8/6) dengan hasil positif COVID-19.  

Dibeberkannya, sang ayah yakni pasien BPN 50, laki- laki usia 47 tahun yang merupakan anak buah kapal (ABK) yang kini sedang menjalani perawatan di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Istri pasien BPN 50 dan dua anaknya kemudian menjalani rapid test dan swab. Hasilnya istri dan anak pertamanya positif atau pasien PPU 20 dan 21. Sedangkan anak terakhirnya berusia 25 tahun jenis kelamin laki-laki hasilnya negatif COVID-19.

“Pasien PPU 20 dan 21 kondisinya stabil dan kini diisolasi di RSUD Ratu Aji Putri Butong (RAPB) PPU, sementara anak terakhirnya karena negatif diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Kedua pasien ibu dan anak tersebut sebelumnya berstatus ODP,” kata Arnold.

2. Tiga orang pasien sembuh setelah pemeriksaan Real Time PCR

Pasein PPU 17 menerima surat keterangan sembuh COVID-19 dari Direktur RS PPU, dr Jansje Grace Makisurat (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Untuk diketahui, terangnya, Senin (8/6) kemarin ada 11 orang yang dilakukan pemeriksaan Real Time PCR  dan berdasarkan pemeriksaan dokter yang menangani maka dinyatakan tiga orang sembuh, satu dinyatakan positif, empat negatif dan tiga dinyatakan belum sembuh.   

Diungkapkannya, adapun ketiga pasien sembuh tersebut yakni PPU 16 jenis kelamin perempuan, 41 tahun, tinggal di Desa Babulu RT 27, Kecamatan Babulu jalani pengobatan di RSUD PPU sejak 4 Mei.

Kemudian PPU 17  laki-laki, 43 tahun, berdomisili di Desa Labangka RT 05 Kecamatan Babulu yang dirawat di RS PPU sejak 7 Mei, sebelumnya menjalani karantina di Rusunawa sejak 27 April lalu.

Juga pasien PPU 19 laki-laki, 33 tahun, yang beralamat di Desa Girimukti RT.01 Kecamatan Penajam dirawat sejak 16 Mei.

3. Ketiga pasien sembuh merupakan bagian dari rangkaian trakcing klaster Gowa

Infografis COVID-19 PPU 9 Juni 2020 (Dok. Pemkab PPU)

“Ketiga pasien yang dinyatakan sembuh tersebut masih merupakan bagian dari rangkaian tracking klaster Gowa yang sebelumnya telah menjalani proses pengobatan dan perawatan di RS RAPB,” tukasnya.

Ditambahkan Arnold, berdasarkan informasi data terakhir dari tim surveilans dan data Dinas Kesehatan PPU,  sampai 9 Juni jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten PPU menjadi 21 orang, dengan rincian 17 orang dinyatakan sembuh atau angka kesembuhan 81 persen dan empat orang masih dalam pengobatan dan perawatan.

“Kami mengimbau, kedisiplinan dan kesadaran kolektif masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan merupakan kunci utama menghadapi wabah COVID-19, bersama- sama menjadi pahlawan kemanusiaan dengan bersatu melawan corona serta tidak terprovokasi dengan informasi-informasi yang kebenarannya belum dapat dipastikan,” pungkasnya.

Editorial Team

Related Article