Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Libur Nataru, Perputaran Uang di KIPP IKN Tembus Rp85 Miliar

Ribuan pengunjung IKN yang berbelanja di KIPP Bazar UMKM
Ribuan pengunjung IKN yang berbelanja di KIPP Bazar UMKM (IDN Times/Ervan)
Intinya sih...
  • Uang beredar di KIPP IKN selama Nataru mencapai Rp85 miliar lebih
  • Antusias warga berkunjung membawa dampak positif bagi UMKM lokal
  • Rutin lakukan pemeriksaan makanan dan minuman untuk menjaga kondusifitas IKN
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penajam, IDN Times - Memasuki hari kesembilan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), perputaran uang dari transaksi masyarakat yang berkunjung ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) tercatat menembus Rp85 miliar.

Ketua Tim Pelayanan Kunjungan Masyarakat yang juga Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyebutkan total kunjungan warga ke KIPP IKN hingga Jumat (2/1/2026) mencapai sekitar 237.903 orang.

“Berdasarkan analisis kami, jika rata-rata pengunjung membelanjakan Rp360 ribu per orang, maka perputaran ekonomi sementara di IKN mencapai sekitar Rp85,7 miliar,” ujar Alimuddin kepada IDN Times, Sabtu (3/1/2026).

1. Bawa dampak positif bagi UMKM lokal di IKN

Ribuan pengunjung IKN yang berbelanja di KIPP Bazar UMKM
Ribuan pengunjung IKN yang berbelanja di KIPP Bazar UMKM (IDN Times/Ervan)

Ia menjelaskan, peredaran uang tersebut berasal dari aktivitas belanja pengunjung di kedai, outlet, minimarket, hingga tenant bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Otorita IKN.

“Antusiasme masyarakat berkunjung ke IKN memberikan dampak positif bagi UMKM lokal. Dari aspek pengeluaran, perputaran uang di KIPP IKN dalam satu hari bisa mencapai Rp14 miliar,” ungkapnya.

Menurut Alimuddin, dibukanya akses kunjungan masyarakat ke IKN, termasuk ke kawasan Istana Garuda, turut memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pelaku usaha, baik UMKM maupun pengusaha besar, agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Ia mencontohkan temuan penjualan air mineral kemasan berukuran 250–330 mililiter dengan harga Rp12 ribu per botol.

“Padahal harga pasaran air mineral tersebut berkisar Rp2.500 hingga Rp3.200. Jika praktik seperti ini dibiarkan, tentu berdampak negatif bagi citra IKN,” tegasnya.

2. Temukan pelaku usaha jual air kemasan Rp12 ribu per botol

Deputi Alimuddin bersama Direktur Conrita Ermanto dan Direktur Muhsin Palinrungi cek tenant UMKM di KIPP IKN
Deputi Alimuddin bersama Direktur Conrita Ermanto dan Direktur Muhsin Palinrungi cek tenant UMKM di KIPP IKN (IDN Times/Ervan)

Alimuddin mengaku telah menegur langsung pelaku usaha yang menaikkan harga di atas kewajaran. Ia menegaskan IKN bukan kawasan hiburan yang membolehkan penetapan harga semaunya.

“Setelah ditegur, mereka sudah mengikuti ketentuan. Kami akan terus mengawasi agar harga tetap wajar dan tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Selain pengawasan harga, Otorita IKN juga rutin melakukan pemeriksaan kelayakan konsumsi makanan dan minuman yang dijual di kawasan IKN. Sampel hasil pemeriksaan tersebut diuji di laboratorium di Kalimantan Selatan.

“Kami rutin memeriksa aspek higienitas makanan dan minuman. Hasil uji laboratorium saat ini masih diproses. Keamanan pangan harus dijaga agar tidak merugikan masyarakat,” jelasnya.

3. Rutin lakukan pemeriksaan makanan dan minuman

Ribuan pengunjung IKN yang berbelanja di KIPP Bazar UMKM
Ribuan pengunjung IKN yang berbelanja di KIPP Bazar UMKM (IDN Times/Ervan)

Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap produk UMKM di wilayah IKN dan KIPP.

“Kami akan memeriksa toko, warung, dan kios bersama BPOM untuk memastikan tidak ada produk kedaluwarsa atau tidak layak konsumsi. Sejauh ini belum ditemukan, namun ini langkah antisipasi,” tuturnya.

Alimuddin menegaskan, IKN dirancang sebagai kota dengan tata kelola berbeda, sehingga kesadaran pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

4. Antusias dari masyarakat setempat

Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono bersama Deputi Alimuddin beri edukasi pembangunan IKN
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono bersama Deputi Alimuddin beri edukasi pembangunan IKN (IDN Times/Ervan)

Sementara itu, Rahmawati, salah satu peserta bazar UMKM, mengaku senang dengan tingginya kunjungan masyarakat ke IKN karena berdampak langsung pada peningkatan pendapatan usahanya.

“Kunjungan warga ke IKN sangat membantu kami pelaku UMKM. Pendapatan meningkat cukup signifikan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Solek Kebersihan Taman Kota, Pemkot Pontianak Hadirkan Mobil Penyapu

03 Jan 2026, 18:33 WIBNews