Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Nilai Proyek Rp1,2 Triliun, Jembatan Sungai Riko Mulai Dibangun 2027

Nilai Proyek Rp1,2 Triliun, Jembatan Sungai Riko Mulai Dibangun 2027
Akses Jembatan Pulau Balang yang terhubung dengan Jembatan Sungai Riko di Penajam Paser Utara, Senin (22/6/2026). (IDN Times/Sri Wibisono)
Share Article

Penajam, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menilai pembangunan Jembatan Sungai Riko akan menjadi infrastruktur strategis yang mampu menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memperkuat konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan proyek jembatan yang menghubungkan wilayah PPU dengan kawasan IKN tersebut sangat penting karena terintegrasi dengan rencana pembangunan jalan tol baru menuju pusat pemerintahan nasional.

“Perencanaan pembangunan Jembatan Sungai Riko sangat penting karena nantinya juga seiring dengan rencana pembukaan jalan tol baru menuju IKN,” kata Mudyat Noor dilaporkan Antara di Penajam, Minggu (21/6/2026).

1. Mendorong pertumbuhan ekonomi PPU

Bupati PPU Mudyat Noor  (IDN Times/Istimewa)
Bupati PPU Mudyat Noor (IDN Times/Istimewa)

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan menjadi urat nadi baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten PPU sebagai daerah penyangga utama IKN.

Saat ini, proses pembangunan Jembatan Sungai Riko berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pemprov Kaltim tengah melakukan lelang untuk penyusunan perencanaan proyek tersebut.

Pemkab PPU juga terus mengawal perkembangan rencana pembangunan jembatan yang melintasi kawasan Sungai Riko karena dinilai menjadi salah satu proyek kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Mudyat menjelaskan, Jembatan Sungai Riko akan menjadi akses penghubung dari jalan pendekat Jembatan Pulau Balang menuju kawasan IKN. Jalur tersebut akan melintasi Kelurahan Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung hingga Kelurahan Penajam.

2. Konektifitas kawasan perekonomian di PPU

Kondisi sungai Riko di Desa Bukit Subur (IDN Times/dok BPBD PPU)
Kondisi sungai Riko di Desa Bukit Subur (IDN Times/dok BPBD PPU)

Selain memperpendek akses menuju IKN, jembatan itu juga akan membuka konektivitas ke Kawasan Peruntukan Industri Buluminung serta Pelabuhan Benuo Taka yang selama ini menjadi pusat aktivitas logistik dan industri di PPU.

Sebagai bentuk dukungan terhadap proyek tersebut, Pemkab PPU berencana menyiapkan dana rintisan untuk pembangunan Jembatan Sungai Riko yang berlokasi di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk melakukan review dokumen Detail Engineering Design (DED) dan pra-studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) proyek tersebut.

Mudyat mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pembangunan jembatan harus didukung pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Berdasarkan estimasi awal, kebutuhan anggaran pembangunan fisik Jembatan Sungai Riko diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Ia berharap proses penyusunan dan evaluasi dokumen DED serta pra-FS dapat rampung pada tahun ini sehingga pembangunan fisik jembatan dapat mulai dikerjakan pada 2027.

“Harapannya dokumen perencanaan selesai tahun ini sehingga pembangunan fisik bisa segera dimulai pada 2027,” ujar Mudyat.

3. Pemkab PPU harapkan bantuan dari provinsi dan pusat

Muspika Kecamatan Penajam saat melakukan pemantauan Kondisi sungai Riko  (Dok BPBD PPU)
Muspika Kecamatan Penajam saat melakukan pemantauan Kondisi sungai Riko (Dok BPBD PPU)

Mudyat mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pembangunan jembatan harus didukung pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Berdasarkan estimasi awal, kebutuhan anggaran pembangunan fisik Jembatan Sungai Riko diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Ia berharap proses penyusunan dan evaluasi dokumen DED serta pra-FS dapat rampung pada tahun ini sehingga pembangunan fisik jembatan dapat mulai dikerjakan pada 2027.

“Harapannya dokumen perencanaan selesai tahun ini sehingga pembangunan fisik bisa segera dimulai pada 2027,” ujar Mudyat.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Kesehatan Mental Sama Pentingnya dengan Fisik, Ini 5 Cara Menjaganya

27 Jun 2026, 09:00 WIBNews