Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pasang Laut Capai 3,1 Meter, BMKG Imbau Petambak di Kaltim Waspada

Ombak.
ilustrasi ombak (pexels.com/Emiliano Arano)

Balikpapan, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengeluarkan peringatan dini pasang laut setinggi 2,8 hingga 3,1 meter di sejumlah kawasan pesisir Provinsi Kalimantan Timur. Kondisi tersebut berpotensi merusak tambak milik warga, sehingga pengelola tambak diimbau meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari kerugian.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, mengatakan pasang laut dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari banjir rob hingga kerusakan tambak.

“Pasang laut bisa berdampak pada sejumlah hal, seperti terjadinya banjir rob, tambak terendam hingga rusak, serta dampak lainnya,” ujar Carolina di Balikpapan diberitakan Antara, Kamis(1/1/2026).

1. Wilayah terdampak di Sungai Mahakam

Sejumlah kapal tongkang melintasi Sungai Mahakam usai mengirim batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (18/1/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa
Sejumlah kapal tongkang melintasi Sungai Mahakam usai mengirim batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (18/1/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa

BMKG mencatat salah satu wilayah yang terdampak adalah muara Sungai Mahakam, khususnya Pulau Nubi, Kabupaten Kutai Kartanegara. Di kawasan ini, pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,8 meter pada 4–5 Januari 2026 sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 Wita, dengan surut terendah 0,3 meter pada 5 Januari 2026 pukul 02.00 Wita.

Pulau Nubi dan sekitarnya, terutama di Muara Pantauan, merupakan kawasan dengan banyak tambak udang dan kepiting milik warga yang masih aktif. Dengan adanya peringatan dini ini, BMKG berharap masyarakat melakukan langkah kesiapsiagaan agar aktivitas budidaya tidak terdampak kerugian.

Sementara itu, di perairan Balikpapan, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 6 Januari 2026 dengan ketinggian mencapai 3,1 meter sekitar pukul 20.00 Wita. Adapun surut terendah diprediksi mencapai 0,4 meter pada 7 Januari 2026 pukul 13.00 Wita.

2. Lima kawasan pesisir terdampak

Sejumlah kapal tongkang melintasi Sungai Mahakam usai mengirim batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (18/1/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa
Sejumlah kapal tongkang melintasi Sungai Mahakam usai mengirim batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (18/1/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa

BMKG menyebut sedikitnya terdapat lima kawasan pesisir yang terdampak langsung pasang surut laut di wilayah ini, yakni Samboja dan Samboja Barat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser. Di kawasan-kawasan tersebut masih banyak terdapat tambak aktif milik warga.

“Ketika terjadi pasang laut, dikhawatirkan hasil budidaya warga seperti udang, ikan, maupun kepiting bisa hilang akibat terdampak arus laut,” kata Carolina.

Selain itu, pasang laut juga berpotensi mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan sosial masyarakat pesisir, hingga menyebabkan air laut masuk ke permukiman warga yang berada dekat pantai.

“Pasang laut bahkan bisa membahayakan anak-anak yang bermain di sekitar pantai,” ujarnya.

3. Peringatan dini di kawasan Berau dan sekitarnya

Ombak.
ilustrasi ombak (pexels.com/Emiliano Arano)

Peringatan dini serupa juga disampaikan untuk wilayah muara Sungai Berau dan sekitarnya. Di kawasan ini, pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,8 meter pada 6 Januari 2026 pukul 22.00 Wita, dengan surut terendah 0,3 meter pada hari yang sama pukul 16.00 Wita.

Wilayah tersebut memiliki pelabuhan besar, yakni Pelabuhan Tanjung Redeb, pelabuhan sungai, sejumlah tambak aktif, serta berbagai aktivitas ekonomi pesisir yang terdampak langsung pasang surut laut. BMKG mengimbau seluruh pihak untuk tetap waspada.

Selain itu, peringatan juga berlaku untuk kawasan Teluk Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Pasang tertinggi di wilayah ini diperkirakan terjadi pada 4 Januari 2026 dengan ketinggian mencapai 3 meter sekitar pukul 19.00 Wita,

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Polda Kaltim Bongkar 5 Kasus TPPU Narkoba, Aset Rp11,3 Miliar Disita

02 Jan 2026, 04:00 WIBNews