Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sekolah Rakyat Pontianak Terima Angkatan Perdana Sebanyak 270 Siswa

Kota Balikpapan
Sekolah Rakyat Pontianak Terima Angkatan Perdana Sebanyak 270 Siswa
MPLS Sekolah Rakayat di Pontianak perdana dimulai. (IDN Times/Teri).
Intinya Sih
  • Sebanyak 270 anak keluarga prasejahtera Pontianak memulai pendidikan di Sekolah Rakyat melalui MPLS, terbagi rata 90 siswa SD, SMP, dan SMA setelah verifikasi serta seleksi.
  • Sekolah berasrama di lahan 5,7 hektare menyediakan kelas, aula, rumah ibadah, dan asrama; drainase, jalan, toilet, utilitas, serta ruang hijau masih disempurnakan.
  • Seluruh siswa berasal dari keluarga kategori desil 1 dan 2, sementara pembelajaran didukung 34 tenaga pendidik dengan jumlah yang akan disesuaikan kebutuhan sekolah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, IDN Times - Sebanyak 270 anak dari keluarga prasejahtera di Kota Pontianak resmi memulai pendidikan di Sekolah Rakyat, pada Kamis (30/7/2026). Para siswa yang berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA itu menjalani hari pertama melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kawasan Sekolah Rakyat, Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Masing-masing jenjang pendidikan menampung 90 siswa sehingga total peserta didik angkatan pertama mencapai 270 orang. Seluruh siswa merupakan warga Kota Pontianak yang telah melewati proses verifikasi dan seleksi selama beberapa bulan terakhir.

1. Terdapat 270 siswa pada Sekolah Rakyat di Pontianak

d839c053-e42c-4dac-a8de-de6cf279e879.jpeg
Wali Kota Pontianak tinjau sekolah rakyat. (IDN Times/istimewa).

Wali Kota Pontianak,  Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penerimaan siswa dilakukan secara terpadu bersama Kementerian Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial Kota Pontianak.

Seluruh peserta didik berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam data kesejahteraan.

“Jumlahnya 270 siswa, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Semuanya berasal dari Kota Pontianak dan telah melalui proses seleksi beberapa bulan lalu,” ungkap Edi.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program yang memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarganya di masa depan.

“Harapannya, anak-anak ini memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, menjadi generasi yang berprestasi, serta mampu mengangkat taraf hidup keluarganya,” katanya.

2. Dibangun dengan fasilitas sekolah yang lengkap

0b69a70e-4f30-40dd-8480-64be2c58dd93.jpeg
Wali Kota Pontianak tinjau asrama sekolah. (IDN Times/istimewa).

Usai membuka MPLS, Edi meninjau sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, aula, rumah ibadah hingga asrama yang akan menjadi tempat tinggal para siswa selama mengikuti pendidikan.

Ia menjelaskan, sebagian besar fasilitas sudah dapat difungsikan, meski penyelesaian sejumlah pekerjaan masih berlangsung.

Beberapa di antaranya meliputi pembangunan drainase, akses jalan, utilitas, toilet, hingga penataan ruang terbuka hijau.

“Penyempurnaan terus dilakukan dan kami berharap dalam waktu sekitar satu bulan seluruh fasilitas sudah berfungsi secara optimal,” ujarnya.

3. Ada sebanyak 34 tenaga pendidik

278b2664-c038-4f7f-9b2f-71ca6b066ac9.jpeg
Sekolah Rakyat di Pontianak. (IDN Times/Teri).

Sekolah Rakyat Pontianak dibangun di atas lahan seluas 5,7 hektare dengan konsep pendidikan berasrama. Seluruh siswa akan tinggal di lingkungan sekolah sehingga diharapkan mampu membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemandirian sejak dini.

Edi mengakui proses adaptasi akan menjadi tantangan, khususnya bagi siswa sekolah dasar yang baru pertama kali tinggal jauh dari orang tua. Karena itu, dukungan keluarga dinilai penting agar anak-anak dapat menjalani masa transisi dengan baik.

Di sisi lain, proses belajar mengajar saat ini didukung 34 tenaga pendidik yang terdiri dari guru kontrak dan tenaga tetap hasil rekrutmen. Jumlah tersebut akan terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan sekolah.

Pemerintah Kota Pontianak berharap kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi sarana mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan mampu bersaing di masa depan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More