Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelindo Angkat Samarinda Jadi Role Model Keselamatan Pelabuhan
Sejumlah pemudik berjalan keluar dari KM Prince Soya setibanya di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (26/3/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU

Samarinda, IDN Times - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menetapkan wilayah kerja Samarinda sebagai model percontohan nasional dalam program transformasi penguatan keselamatan operasional pemanduan pelabuhan.

Keputusan tersebut diambil setelah Samarinda berhasil menurunkan angka insiden kerusakan properti hingga 67 persen dibandingkan periode operasional sebelumnya.

Direktur Operasi Pelindo, Prasetyadi, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa penerapan manajemen risiko yang disiplin mampu memberikan hasil nyata dalam meningkatkan keselamatan operasional pelabuhan.

"Pengalaman Samarinda menunjukkan bahwa pengelolaan risiko yang dilakukan secara disiplin dapat memberikan hasil yang terukur," ujar Prasetyadi dilaporkan Antara di Samarinda, Kamis (4/6/2026).

1. Penguatan mitigasi risiko di Pelabuhan Samarinda

Sejumlah pemudik berjalan usai keluar dari KM Prince Soya setibanya di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (26/3/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU

Menurut dia, capaian itu diraih melalui penguatan mitigasi risiko, terutama di kawasan pengolongan Jembatan Mahakam yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik dengan tingkat kerawanan operasional tinggi.

Prasetyadi menegaskan keselamatan operasional menjadi fondasi utama dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas layanan dan keselamatan kerja harus berjalan beriringan. Kedua aspek tersebut, kata dia, perlu didukung oleh kompetensi sumber daya manusia, profesionalisme, integritas, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional yang berlaku.

"Aspek keselamatan operasional dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kualitas sumber daya manusia hingga kondisi lingkungan kerja," katanya.

2. Pelaksanaan pengarahan keselamatan

Pemeriksaan di kapal yang akan berangkat dari Pelabuhan Samarinda. Foto istimewa

Sebagai bagian dari transformasi, Pelindo kini mewajibkan pelaksanaan pengarahan keselamatan (safety briefing) sebelum seluruh kegiatan pemanduan kapal dilakukan.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat sistem pengawasan melalui pemanfaatan teknologi, seperti sensor dan sistem telemetri yang memungkinkan pemantauan aktivitas operasional secara real time.

General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt Suparman, mengatakan keberhasilan menekan angka insiden merupakan hasil kerja sama seluruh pekerja dan pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan.

3. Keselamatan penumpang menjadi prioritas pelabuhan

Pemeriksaan dokumen penumpang di Pelabuhan Samarinda. Foto istimewa

Menurutnya, Pelindo akan terus menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama untuk memastikan layanan yang aman dan andal bagi pengguna jasa pelabuhan.

"Melalui transformasi ini, kami berharap sistem logistik maritim Indonesia semakin modern, berdaya saing, dan memiliki standar keselamatan yang lebih baik," ujar Suparman.

Editorial Team

Related Article