Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wujudkan Pemilu 2019 Damai dan Berkualitas

Wujudkan Pemilu 2019 Damai dan Berkualitas
pexels/Element5 Digital
Share Article

Sangatta, IDN Times – Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang akan diselenggarakan pada April mendatang mendapat perhatian berbagai pihak. Makin dekatnya pelaksanaan event lima tahunan tersebut, terus dibarengi dengan berbagai persoalan. Misalnya saja masih adanya kecurangan dalam pemilihan, angka golput yang terus ada, konflik serta masalah lainnya.

Hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas penyelenggaraan Pemilu itu sendiri. Oleh sebab itu Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) cabang Kutim menggelar dialog publik bertema Pemilu, di Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim) Selasa (29/1/2019).

1. Dialog ini diselenggarakan demi terwujudnya pemilu berkualitas

IDN Times/Humas Pemkab Kutim
IDN Times/Humas Pemkab Kutim

Ketua HMI Cabang Kutim Nasir mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan agar semua pembahasan mengenai permasalahan Pemilu bisa didialogkan bersama demi terwujudnya penyelenggaraan pemilu damai dan berkualitas.

"Pemilu yang damai belum tentu terlaksana dengan berkualitas. Banyak hal yang membuat Pemilu itu tidak berkualitas, seperti terjadi konflik, politik uang dan hal lainnya yang bisa menurunkan kualitas pemilu 2019," ujarnya.

2. Mengundang narasumber politik

shutterstock.com/PORTRAIT IMAGES ASIA BY NONWARIT
shutterstock.com/PORTRAIT IMAGES ASIA BY NONWARIT

Dialog ini mengundang berbagai elemen baik itu pemerintah, penyelenggara pemilu, peserta pemilu serta masyarakat. Agar merumuskan bersama bagaimana penyelenggaraan Pemilu bisa berjalan lancar, aman, dan sukses.

Dalam dialog tersebut, dihadirkan beberapa narasumber seperti Kepala Kesbangpol Abdul Kadir, Komisioner KPU Harajatang, perwakilan Polres Kutim Kasat Intel AKP Sumardi, Ketua Bawaslu Kutim Andi Mappasiling serta Ketua KNPI Kutim Munir Perdana.

Komisioner KPU Harajatang menilai, menjelang Pemilu 2019 yang bakal dilaksanakan serentak, diakui cukup rumit. Sebab pemilihan Presiden dan Legislatif dilaksanakan bersamaan secara langsung. Hal ini menurutnya rawan terjadi berbagi macam masalah disetiap daerah.

"Yang paling menyedot perhatian saat ini pada Pilpres. Kita lihat bagaimana media saat ini sangat mempengaruhi opini kita. Belum berbagai macam bentuk hoaks yang tersebar untuk mencari simpati masyarakat, tdak peduli benar atau salah," ujar Harajatang yang mantan aktivis Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Kutim.

Dia menyebut sukses pelaksanaan pemilu bukan hanya peran tugas penyelenggara saja, tetapi semua elemen mempunyai andil dalam hal ini . Karena semua mempunyai tanggung jawab dan fungsi masing masing.

3. Delapan hal yang mengkhawatirkan pemilu 2019

Pixabay.com/LoboStudioHamburg
Pixabay.com/LoboStudioHamburg

Sementara Kepala Badan Kesbangpol, Abdul Kadir mengungkapkan, terdapat delapan kerawanan pemilu 2019 yang perlu diwaspadai. Yakni profesionalitas dan integritas penyelenggara netralitas ASN, politik uang, gangguan Kantibmas, Politik Identitas, Kampanye medsos.

“Apabila semua pihak mampu menciptakan rasa aman dan damai terhadap penyelenggaraan Pemilu, secara otomatis akan menimbulkan rasa percaya diri dan optimis di hati rakyat.” 

Share Article
Topics
Editorial Team
Humas Kutai Timur
Ester Ajeng
Humas Kutai Timur
EditorHumas Kutai Timur

Latest News Kalimantan Timur

See More

Sering Like Foto Cewek Lain? Ini Alasan Pacarmu Bisa Langsung Cemburu

26 Jun 2026, 22:59 WIBNews